


RAPORMERAH.CO – LSM Amanat Penderitaan Rakyat (AMPERA) mendesak pihak kepolisian agar menindak lanjuti dan memproses pelaku penembakan yang mengakibatkan korban luka tembak pada bagian tulang kering betis kanannya, Selasa (31/03/2020).
Wakil Ketua DKN AMPERA Anca mengatakan kasus penembakan tersebut tidak bisa di abaikan karena menyangkut nyawa warga yang tak bersalah bahkan dapat menjadi persepsi buruk dalam penegakan hukum.
” Kami minta kepada aparat penegak hukum khususnya pihak kepolisian agar mencari tahu dan memproses siapa pelaku penembakan yang mengakibatkan korban luka tembak pada bagian tulang kering betis kanannya ” Tegasnya
Sebelumnya dua orang menjadi korban penembakan di jalan Vetran selatan depan rumah Sakit Sitti Khadijah saat terjadi bentrokan Genk motor pada hari Sabtu tanggal (21/03/2020) pada pukul 06:00.
Salah satu korban yakni Muh. Renaldi saat di konfirmasi mengenai peristiwa penembakan yang dialaminya hingga dirinya terpaksa harus di larikan kerumah sakit Labuang baji dan di tindak lanjuti ke rumah sakit Bhayangkara.
Muh. Renaldi mengungkapkan bahwa dirinya tak mengetahui dirinya tertembak, setelah beberapa menit kemudian tulang kering betis sebelah kanannya mulai sakit sehingga dirinya mengetahui dalam keadaan tertembak.
” Saya tidak tau dari mana tembakan tersebut, penembakan itu terjadi pada sabtu pagi jam setengah enam tanggal 21 ” Ungkapnya
Awal penembakan itu kata Muh. Renaldi dirinya bersama dengan temannya berboncengan untuk membeli nasi kuning, namun pada saat di jalan Vetran Selatan terjadi bentrokan Genk motor yang tak dapat dihindarinya.
” Saya lewat di jalan Vetran Selatan ada bentrokan Genk motor, ada polisi pakaian preman yang melapaskan tembakan lurus, saya kira bukan saya kena, tapi beberapa menit kemudian terasa sakitmi tulang kering betisku, langsung saya lihat ternyata kenaka tembakan ” Ungkapnya.
Pasca kejadian tersebut korban Muh. Renaldi telah keluar dari rumah sakit Bhayangkara dan sementara kondisi korban masih dalam keadaan sakit pada bagian betis makannya akibat luka tembak yang di deritanya.
(Ril/Ucu)
Leave a Reply