


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Kelangkaan Tabung Gas 3 Kg bersubsidi milik Pemerintah Indonesia kini sudah mulai nampak dirasakan warga yang mengeluhkan telah berhari hari sulit mendapatkan tabung gas LPG 3 Kg.
Salah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Jl.Paccerakkang Daya , Hikmah (42), dirinya mengakui sangat sulit menemukan pedagang yang menyediakan tabung gas 3Kg, di semua toko, agen maupun pangkalan yang didatanginya beberapa hari ini sudah tidak menyediakan tabung gas elpiji 3 kg.
“Sudah berapa hari ini saya sudah keliling cari tabung gas 3 Kg kosong semua. Malahan di SPBU yang ada di Jl.Paccerakkang juga tidak ada,” Jelasnya, Selasa (14/11/2017).
Gambaran kelangkaan Gas 3Kg ini terlihat jelas juga pada saat ratusan warga Kota Makassar rela berdesak-desakan demi mendapatkan tabung gas Elpiji 3 Kg yang diadakan Pertamina Jalan Masjid Raya Makassar, Senin (13/11/2017).
Tabung melon tersebut yang dipatok dengan harga Rp.15.500, masyarakat juga harus rela hujan-hujanan demi mendapatkan tabung yang kini mulai langka di Kota Makassar.
Salah satunya warga yang harus rela berdesak-desakan dan rela sampai basah kuyub diterpa hujan, Ani berprofesi sebagai ibu rumah tangga mengatakan sudah lima hari tidak bisa memasak di rumahnya yang berada di Jalan Kandea.
“Sudah 5 hari tidak dapat membeli gas LPG 3 kg, karena kelangkaan yang terjadi Jalan Kandea. Itupun biasa kalau dapat tabung gas 3 kg mahal sekali. Saya pernah dapat 20 ribu rupiah sampai 25 ribu rupiah,” ungkap Ani.
Seperti yang dilansir makassar.tribunnews.com, Kelangkaan ini terjadi setelah Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menggelar rapat dengan para agen dan Dinas Perdagangan Se-Sulawesi tentang sosialisasi pengendalian penggunaan LPG 3 Kg Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara di Hotel Aston, di Hotel Aston, Jl Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Selasa (31/10/2017) pekan lalu.
Dalam rapat tersebut dipaparkan, pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBN) Perubahan diteken subsidi LPG 3 kg secara nasional mengalami penurunan tajam. Dari 7,096 juta Megaton (MT) menjadi 6,119 juta MT. Hal ini juga tentunya berimbas pada pengetatan penggunaan LPG 3 kg di Sulsel.
“Kita turun ke semua regional untuk melakukan pengendalian tersebut,” ujar Kepala Sub Direktorat Pengusahaan Hilir Kementerian ESDM, Muhamad Rizwi JH.
Penulis : Thamrin
Leave a Reply