


RAPORMERAH.CO – Plt kepala dinas pendidikan provinsi sulawesi selatan Basri membuka dan memberikan sambutan langsung Education Gathering menuju merdeka belajar dan program kartu Indonesia pintar, Sabtu 07/03/2020.

Selain Plt Kadisdik sulsel, sekretaris daerah provinsi sulawesi selatan juga memberikan materi peradaban pendidikan dalam rangka peningkatan menuju merdeka belajar
Sebagaimana diketahui, Menteri Pendidikan Nadiem A Makariem menetapkan kebijakan baru pendidikan nasional “merdeka belajar”. Untuk itu Education Gathering tersebut bertemakan “Menuju Merdeka Belajar dan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) 2020”.
Berdasarkan laporan hasil Rakor Kepala Dinas Pendidikan se-Indonesia baru-baru ini, point kebijakan Merdeka Belajar menurut paparan Mendikbud Nadim bahwa untuk USBN mulai tahun ini diganti dengan asesmen/penilaian yang diselenggarakan oleh sekolah.
Asesmen/penilaian dapat dilakukan dalam bentuk tes, portofolio, dan penugasan. Dengan kebijakan ini pula guru lebih merdeka dalam menilai hasil belajar siswa.
Sehingga anggaran USBN akan dialihkan untuk pengembangan kapasitas guru dan kualitas pembelajaran.
Sedangkan untuk ujian nasional (UN) tahun ini merupakan yang terakhir digelar. Tahun depan akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survai Karakter
Asesmen/ penilaian mencakup 3 hal dasar yaitu Literasi, Numerasi, & karakter
Penulis : Andi Batara
Editor : Syahril
Leave a Reply