RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Sepuluh penyandang disabilitas atau difabel yang sukses menaklukan Gunung Sesean dengan ketinggian 2100 mdpl berada di Kabupaten Toraja Utara.
Suksesnya penyandang difabel melakukan pendakian di Gunung Sesean dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Dunia 2017, 3 Desember 2017.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono sangat terinspirasi atas pencapaian 10 penyandang difabel yang sukses melakukan pendakian di Gunung Sesean
Sehingga jendral bintang dua ini memberikan penghargaan kepada dua perwakilan penyandang difabel yakni Abdul Rahman (difabel buta) dan Arifin Amir (difabel buta) yang diberikan langsung Kapolda Sulsel di Mapolda Sulsel, Selasa (5/12/2017) sekitar pukul 14.00 Wita.
Bagi Kapolda yang resmi menjabat di Sulsel pekan lalu ini sangat memuliakan para penyandang disabilitas. Menurutnya derajatnya lebih tinggi.
“Orang yang seperti ini harus kita muliakan. Belum lagi orang yang kekurangan harta yang kita sebut miskin itu juga orang-orang yang sangat tinggi. Itu patut kita hormati. Saya tidak berani sembarangan kepada beliau-beliau ini. Saya panggil beliau nih. Saya Tidak berani sembarangan,” kata Irjen Pol Umar Septono dihadapan difabel dan tim pendakian difabel ini.
“Anak yatim, orang miskin dan difabel doanya langsung diterima oleh Allah yang maha kuasa, ” lanjutnya.
Dengan semangat dan perjuangan ke 10 difabel muncak di gunung tertinggi di Toraja ini dijadikan inspirasi bagi Kapolda Sulsel sebagai motivasi seluruh jajarannya.
“Khususnya jajaran saya di Sulawesi Selatan untuk dijadikan pemicu. Masa kalah dengan adik kita yang diuji dengan kekurangan pandangan (penglihatan), kurang lengkap dan sebagainya, supaya kita lebih semangat lagi,” kata Umar.
Ke 10 difabel dan tim pendukung “Pendakian Bersama Difabel Menembus Batas part II” tidak menyangka akan diberi piagam penghargaan oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono.
“Kami tidak menyangka Kapolda dan jajarannya memberikan penghargaan ini. Ini surprise bagi saya, difabel dan tim pendukung. Saya tidak tau harus mengatakan apa untuk berterima kasih,” ungkap salah satu atlet difabel yang juga Direktur Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PERDIK), Abdul Rahman.
Penyandang disabilitas buta, Abdul Rahman mengatakan dirinya tidak menyangka perhatian pihak kepolisian akan seperti ini.
Rahman menceritakan, pihak Kapolda sudah menghubungi tim saat masih berada di gunung Sesean untuk bersilaturahmi.
“Saya kaget karena dihubungi langsung oleh Kabid Humas Kapolda Sulsel,” ucapnya.
Sebelumnya Kapolda Sulsel mengundang semua atlet difabel dan tim pendukung yang dijadwalkan pada Senin (4/12/2017) kemarin di rumah jabatan. Hanya saja masih ada rangkaian kegiatan di Enrekang, kata Rahman, pihaknya meminta dijadwalkan ulang.
Selain itu, tidak semua atlet yang sempat hadir di Mapolda Sulsel, sebab 8 difabel berdomisili di Enrekang.
Penulis : Illank