


RAPORMERAH.co, MAKASSAR -Anak korban gempa bumi dan Tsunami Palu yang mengungsi di Kota Makassar, sebanyak enam orang telah mengikuti proses belajar mengajar di SMPN 8 Makassar Jalan Batua Raya, Senin (8/10/2018).
Pasca libur sekolah siswa kembali mengikuti proses belajar mengajar. Namun ada yang berbeda di kelas 9 SMP 8 Makassar dengan kehadiran Nurlela Sitesya menambah jumlah murid yang berada ruangan kelas tersebut.
Nurlelas Sitesya merupakan salah satu anak korban gempa dan Tsunami yang ikut mengungsi ke Kota Makassar. Nurlela tidak sendiri namun ia bersama dengan 5 teman lainnya yang menjadi korban bencana alam ikut juga belajar di kelas.
Pada hari pertama masuk sekolah Nurlela belajar mata pelajaran Matematika yang merupakan mata pelajaran favoritnya. Meski dirinya masih ada trauma dan masih takut belajar di dalam gedung. Namun teman dan gurunya tetap memberikan semangat kepada anak usia 15 tahun ini, untuk tetap tenang dalam mengikuti proses belajar mengajar.
“Masih ada sedikit trauma. Tetapi teman dan guru disini selalu memberikan saya motivasi serta memberikan semangat untuk tetap belajar dengan tenang,” kata Nurlela.
Kepala Sekolah SMPN 8 Makassar, Ruslan menyebutkan, untuk seragam dan perlengkapan sekolah hingga biaya pendidikan Nurlela didapatkan dari bantuan para guru SMPN 8 Makassar. Dan juga sumbangan dari para teman Nurlela Sitesya.
“Teman dan para guru disini memberikan sumbangan kepada Nurlela bersama lima korban lainnya yang sementara mengikuti proses belajar mengajar,” kata Ruslan.
Dia membeberkan, bahwa pihaknya pun akan terus melakukan konsultasi terhadap enam korban yang bersekolah di SMPN 8 Makassar.
“Kita terus berkonsultasi apakah mereka akan menyelesaikan pendidikannya di sekolah ini atau akan pindah kembali ke sekolah asal mereka di Palu,” pungkasnya.
Penulis : Illank | Editor : A.Azhar
Leave a Reply