BMKG : Oktober-November 2017, Awal Musim Hujan di Sulsel

Kepala BMKG Wilayah IV Makassar (Ditengah), A. Fachri Radjab, Saat Merilis Perkiraan Musim Hujan di Sulsel, Rabu (28/11/2018) | FOTO : Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah (BMKG) IV Makassar memprakirakan musim hujan di Sulsel saat ini telah memasuki awal hujan.

Berdasarkan hasil data priode 30 tahun terakhir dari 1981 hingga 2010, secara klimatologis wilayah Sulsel terdapat 28 hujan. Dimana 24 pola merupakan Zona Musim (ZOM) yaitu mempunyai perbedaan yang jelas antara priode musim hujan dan priode musim kemarau yang umumnya pola Monsun sedangkan 4 pola lainnya adalah Non Zona Musim (Non ZOM).

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah (BMKG) IV Makassar, A. Fachri Radjab mengatakan, awal musim hujan pada wilayah Sulsel bagian barat dan selatan, pada umumnya diperkirakan antara akhir Oktober hingga awal November 2017.

“Untuk wilayah Sulsel, bagian timur pada umumnya diprakirakan pada bulan Maret 2018,” kata Fachri saat merilis prakiraan musim hujan di Kantor BMKG IV Makassar, Rabu (07/11/2017).

Prakiraan Awal hujan 2017-2018 di Sulsel bagian timur, lanjut Fachri, pada umumnya mundur dari rata-rata normalnya, sedangkan di wilayah barat maju dari rata-rata normalnya. Wilayah Sulsel bagian utara merupakan wilayah Non ZOM, jumlah curah hujan selama priode Oktober 2017 sampai dengan Maret 2018 diprakirakan berkisar antara 1.001-2000 mm.

“Sifat curah hujan pada musim hujan tahun 2017/2018 di Sulsel diprakirakan pada umumnya normal. Namun, dalam skala harian kondisi cuaca sangat fluktuatif,” terangnya.

Dengan adanya informasi awal musim hujan, Fachri berharap masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi selama penghujan yang diakibatkan adanya hujan lebat, anging kencang, petir, kilat dan tinggi gelombang.

Sedangkan untuk informasi gempa bumi, tambah Fachri, berdasarkan catatan kejadian gempa bumi di daerah paling rawan terjadi gempa bumi adalah wilayah Luwu Timur dan Toraja Utara.

“Oleh karna itu, masyarakat dihimbau untuk dapat terus memperhatikan informasi cuaca, iklim dan gempa bumi dari BMKG,” tutupnya.

Penulis : Illank

Related Post