Boraks Ditemukan dalam Menu MBG Takalar, Empat Guru Mengeluh Usai Mencicipi

rapor-merah.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tersandung persoalan keamanan pangan setelah salah satu sampel menu yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, dinyatakan mengandung boraks.

Hal tersebut terungkap setelah empat guru yang mencicipinya mengeluhkan gatal di mulut. Sebanyak 86 siswa akhirnya batal menyantap makanan tersebut.

Hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Takalar kemudian menemukan kandungan boraks pada salah satu sampel makanan.

Peristiwa itu terjadi Senin (21/9/2026). Sebelum makanan dibagikan, sejumlah guru melakukan pengecekan dengan mencicipi menu yang dikirim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Topejawa.

Kepala UPT SD Negeri 58 Lengkese, Supriadi, mengatakan empat guru mengalami sensasi gatal pada mulut dan merasakan perbedaan rasa makanan.

“Kami coba makanannya bersama teman-teman guru sebelum dibagikan. Setelah dicicipi, ada empat guru yang mengalami gatal di mulut dan rasanya juga berbeda,” ujar Supriadi.

Sekolah kemudian memutuskan tidak membagikan makanan tersebut kepada 86 siswa penerima manfaat. Tidak ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan karena menu belum sempat dikonsumsi.

Kepala SPPG Topejawa, Muhammad Alwi, mengatakan makanan itu ditarik kembali oleh staf SPPG setelah menerima laporan dari guru yang melakukan pengujian organoleptik.

“Menu makanan bukan dikembalikan atau ditolak sekolah. Staf kami sendiri yang berinisiatif menarik ompreng tersebut setelah menerima masukan saat pengujian sampel organoleptik oleh guru PIC,” kata Alwi.

Menurut Alwi, empat guru hanya mengalami sensasi gatal ringan pada rongga mulut dan lidah. Ia mengatakan penyebab keluhan belum dapat dipastikan.

Menu yang sama sebelumnya telah didistribusikan kepada 1.761 penerima manfaat di 11 sekolah dan 11 posyandu. Sebanyak 1.757 orang disebut mengonsumsi makanan tersebut tanpa laporan gangguan kesehatan.

Dinkes Takalar kemudian melakukan inspeksi kesehatan lingkungan dan mengambil sampel untuk diperiksa. Kepala Dinkes Takalar, dr. Nilal Fauziah, mengatakan satu dari dua sampel yang diperiksa mengandung boraks.

Namun, Dinkes masih menelusuri jenis makanan yang mengandung bahan tersebut serta sumbernya, mulai dari bahan baku, proses pengolahan hingga distribusi.

Nilal juga belum menghubungkan langsung kandungan tersebut dengan keluhan para guru. Menurut dia, gatal dan pembengkakan dapat merupakan gejala alergi yang penyebabnya masih perlu dipastikan.

“Gatal-gatal dan bengkak yang dialami guru dan kepala sekolah merupakan salah satu gejala alergi, tetapi belum diketahui penyebabnya, apakah dari tahu atau ayam,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian Dinkes Takalar untuk memastikan sumber kontaminasi dan keamanan distribusi menu MBG dari SPPG Topejawa.

(Mahar)

Related Post