RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Universitas Pejuang R.I Makassar, resmi memiliki Rektor baru yakni Dr. Abdul Azis DP SH, MH, setelah terpilih dalam pemilihan Rektor periode 2017/2021 pada Kamis 30/11/2017 yang lalu.
Perolehan 18 suara dari 33 senat yang memiliki hak suara jelas mematahkan asa Niniek Fariaty Lantara yang hanya mampu memperolehan 15 suara.
Salah satu anggota senat, Dr. Anzar Abdullah mengatakan “Hal tersebut merupakan sejarah baru bagi UVRI/UPRI dimana Dr.H.Abd.Azis DP adalah Alumni eks UVRI yang kemudian terpilih sebagai rector dan menggantikan posisi Rektor sebelumnya, yaitu Dr.Hj.Andi Niniek Fariaty Lantara yang merupakan Alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) penjelasan Sekretaris panitia pelaksana pemilihan rektor”, Jelas Anzar.
Anzar menambahkan, awalnya, sebanyak empat kandidat bakal calon Rektor UPRI Makassar periode 2017/2021, yakni Dr Niniek Fariaty Lantara, Dr. Rivai Mana, Dr. Muh Tahir Gani dan Dr. Abdul Azis DP.
“Namun sebelum pemilihan, dua orang Rivai Mana dan Muh Tahir Gani menugundurkan diri, ” Tutupnya.
Sosok Dr.H.Abd.Azis DP bukan orang baru di dunia kampus. Dia alumni Civic Hukum UVRI 1984 dan merintis karir dosen pada almamaternya selama dua tahun selaku asisten dosen.
Dua tahun kemudian tepatnya 1 Maret 1986 resmi di terima menjadi Dosen Dipekerjakan Kopertis (DPK) di FKIP UVRI Makassar.
Jenjang studi S2 di jalani di Prodi Hukum PPs-Unhas serta S3 Ilmu Hukum di PPs-UMI Makassar.
Jabatan struktural yang dijalani di kampus UVRI pernah menjadi Dekan FKIP UVRI, Wakil Rektor IV UVRI Makassar dimasa kepemimpinan Rektor Prof Dr Umar, serta Wakil Rektor I di masa Rektor UVRI Prof Dr. Syamsu Kamaruddin, M.Si.
Selain itu juga pernah jadi Ketua LPPM UVRI di masa Rektor Dr.Hj. Andi Niniek F. Lantara, MS serta Ketua Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara (PSPBN) UPRI Makassar.
Abd Azis juga Sekretaris LPTK Wilayah IX Sulawesi, Bidang Litbang, Asosiasi Dosen PKN Wilayah Sulawesi.
Pengabdian selama 30 tahun mengajar di kampus sehingga pemerintah memberi sertifikat Satyalancana Karya Satya 30 Tahun, bertepatan peringatan 17 Agustus 2017.
Kedepan banyak tugas yang harus diselesaikan Azis dan setelah dilantik menahkodai UPRI Makassar sudah pasti memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan Pekerjaan Rumah (PR) yang kini masih bersangketa yakni persoalan UPRI Makassar dengan akte pendirian baru, serta UVRI yang santer disebut ingin kembali seperti dahulu.
Penulis : Akbar