


RAPORMERAH.co, MAKASSAR -Ada hal istimewa dari sertijab Kepala Staf Kodam XIV/Hasanuddin yang sebelumnya dijabat oleh Mayjend TNI Supartodi, kini dijabat Brigjend TNI Budi Sulistijono, Selasa (21/11/2017).
Hal itu diungkapkan oleh Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjend TNI Agus SB saat ditemui usai memimpin sertijab tersebut di ruang Penghormatan “Setia Hingga Akhir” Kodam XIV/Hasanuddin Jalan Urip Sumohardjo Makassar.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjend TNI Agus SB mengatakan, acara sertijab kasdam ini termasuk istimewa karena pada level kasdam, orang nomor dua yang mempunyai tugas untuk mengkoordinir semua kegiatan operasional yang dilakukan.
“Selama Mayjend TNI Supartodi menjadi kasdam, banyak keberhasilan yang dilakukan, terutama bagaimana menjabarkan perintah-perintah yang ditunjuk pangdam, pangdam yang memberikan perintah dan dikelola oleh kasdam, kemudian mengintegrasikan antara pekerjaan staf dengan yang lain lain,” ungkap Agus.
Selama dua tahun terakhir ini, kata Agus, Kodam XIV/Hasanuddin prestasinya luar biasa, misalnya sebuah pertandingan level angkatan darat yang menunjukkan keterampilan prajurit, dimana Kodam XIV/Hasanuddin sekarang ini paling baik diantara semua kodam. Artinya kesiapan operasional, kemampuan prajurit dalam olah keprajuritan itu terbaik, begitu juga dalam bidang karate dan olahraga umum.
“Sekarang kita menduduki peringkat 3 membawahi kostrad. Saya bersyukur, selama dua tahun terakhir pelanggaran turun sebanyak 64 persen, itu artinya prajurit sudah semakin menyadari dan memahami tugasnya,” ujarnya.
Menurut Agus SB, tugas kasdam baru adalah melanjutkan, tetap mempertahankan prestasi ini terutama dalam menghadapi momentum politik, sehingga perlu kecermatan dalam menghadapi situasi itu, agar TNI tetap netral. Makanya netralitas itu bukan hanya kata-kata, tapi harus jelas bagi setiap prajurit.
Ada prajurit yang ikut rana politik, tambah Agus, yakni Kepala Penerangan dan Danrem 143 Kendari yang ingin masuk rana politik tahun 2019 sebagai calon legislatif sehingga yang bersangkutan sudah ajukan pensiun dini.
KASAD sementara menunggu aturan presiden, bahwa Danrem 143 Kendari mengundurkan diri karena dia ingin beralih ke dunia politik. Bagi TNI harus berhenti dulu, setelah itu tidak boleh lagi bawa-bawa atribut TNI. kalau Kapendam dia rencana maju ke legislatif dan sudah mulai mempersiapkan diri.
“Itu bagus, kesadaran sebagai prajurit TNI dia bagus, kalau mau mendaftar di politik dia harus keluar dulu dan kami tidak ingin mempersulit,” tutupnya.
Penulis : Illank
Leave a Reply