


RAPORMERAH.CO MAKASSAR – Untuk membangun budaya mutu perguruan tinggi dalam rangka peningkatan kompetensi profesionalisme stakholder Universitas Pejuang RI (UPRI) Makassar gelar kegiatan Seminar-Lokakarya (SEMILOKA) diikuti para Dosen dalam lingkup Universitas Pejuang RI Makassar bertempat di gedung Aula Fakultas Teknik, Rabu, (13/9/2017).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UPRI Dr. Hj. Andi Niniek Fariaty Lantara menyampaikan bahwa Universitas Pejuang RI Makassar kedepan akan membuka work shop dan menjadikan Universitas Pejuang RI Makassar menjadi universitas yang unggul seperti apa yang pernah diraih oleh Universitas Veteran RI (UVRI) Makassar di masa kejayaan dulu.
Terakreditasinya beberapa prodi di Universitas Pejuang RI Makassar, lanjut Andi Niniek, adalah sebuah komitmen dan kerja keras seluruh civitas akademika, dalam mengejar mutu perguruan tinggi.
“Sehingga Universitas Pejuang RI makassar dapat menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,”tegas mantan anggota legislatif DPRD Propinsi Sulawesi Selatan di depan para peserta Semiloka.
Dalam kegiatan tersebut ada tiga pemateri yang dihadirkan yakni Prof. Dr. Syamsul A. Kamaruddin, Dr. H. Delly Mustafa dan Dr. H. Muhammad Tahir Gani, S serta dipandu oleh Andi Alim Bagu, Wakil Rektor III Universitas Pejuang RI Makassar.
Diakhir kegiatan tersebut menghasilkan rumusan dan rekomendasi yang dibacakan oleh Wakil Rektor I UPRI Makassar, DR. Masriadi Patu.
Bahwa Universitas Pejuang RI Makassar berkomitmen menjalankan Sistem Penjaminan Mutu Internal, Mutu Perguruan Tinggi ditentukan oleh mutu output yang dihasilkan, maka UPRI Makassar berkomitmen menghasilkan output yang bermutu, output Perguruan Tinggi adalah lulusan, hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan output Perguruan Tinggi yang bermutu ditentukan oleh dosen, sehingga UPRI Makassar terus mendorong peningkatan mutu dan kualifikasi dosen dan haram hukumnya yang S1 untuk menjadi dosen di Universitas Pejuang RI Makassar.
Peliput : Illank
Leave a Reply