Kepsek SLB Pembina Tk Provinsi Didemo Karena Kesalah Pahaman

RAPORMERAH.CO – Kepala Sekolah SLB Pembina Tingkat Provinsi beberapa hari yang lalu di demo lantaran kesalah pahaman antara guru dan dirinya, Kamis 02/04/2020.

Akibat dari aksi demo tersebut kepala sekolah SLB Pembina Tingkat Provinsi kecewa karena adanya langkah protes yang belum pernah di sampaikan kepadanya terlebih dahulu.

Dirinya menjelaskan persoalan itu hanya karena ketidak puasan menurut mereka, jadi itu hanya kesalah pahaman diantara teman-teman, semestinya tidak perlu terjadi hal-hal seperti itu, seandainya dari awal mestinya kita duduk bersama me bicarakan secara internal sebagaimana.

” Antara atasan dan bawahan, atau sebagai orang tua dan anak, seharusnya mencari solusi antara perbedaan pendapat satu sama lain yang menjadi kesalah pahaman ” Ungkapnya

Sejak dari awal kata H. Hasim sebagai kepala sekolah atau orang dituakan, disekolah tesebut dirinya mesti berkewajiban membangun kembali sebagai mana sebelumnya, dengan cara kekelurgaan agar di sekolah ini.

Dari awal sampai sekarang kata H.Hasim sampai sekolah yang dipimpinnya menjadi SLBN rujukan tingkat propinsi sulawesi selatan, yang ditetapkan berdasarkan surat keputusan direktorat pendidikan khusus Kemendikbud dijakarta.

Begitu juga beberapa prestasi yang menjadi catatan khusus dimulai dari teman teman guru. hingga pada siswa,sejak dari awal saya menakhodai atau sebagai kepala sekolah SLBN. Penbina tersebut, beberapa catatan yang menjadi ke berhasilan atas kerja sama semua pihak dalam lingkup sekolah ini.

Salah satu prestasi kata H. Hasim diantaranya membangun kerja sama, mulai dari guru dan siswa yang sudah mengikuti kejuaraan mulai dari tingkat daerah sampai di ketingkat nasional.

Selain itu perubahan nyata diantaranya dari gedung kantor tata usaha maupun ruang guru, yang sebelumnya dari lantai satu, namun selama saya jadi kepsek bukan berarti saya membangga banggakan, tapi faktanya sekarang sudah nyata semua berlantai dua.

Lebih lanjut kata H. Hasim sudah ada beberapa teman teman guru, dari awal kita semua seperjuangan, namun saat ini sudah ada sukses sebagai pengawas juga bahkan sudah ada yang sukses menjadi kepala sekolah, itu semua suatu kesyukuran buat saya, sebagai kepala sekolah atau orang yang dituakan di sekoalh SLB N. pembina ini ” Ungkapnya

” Jadi kalau soal kecewa iye itu saya tentu kecewa, tetapi saya menarik benang yang kusutnya, saya luruskan semua itu, mungkin terjadi hanya karena kesalah pahaman saja, sebagai orang tua atau orang yang dituakan desekolah itu, menarik kesimpulan itu semua hanya kesalah pahaman, makanya saya berpikir janganlah panas setahun dihapus hujan sehari ” Ujarnya

Penulis : Yudi
Editor : Syahril

Leave a Reply