


RAPORMERAH.co, Makassar – Pemerintah Kota Makassar yang dipimpin oleh Walikota Moh Ramdhan Pomanto sampai saat ini belum mampu mengatasi banjir yang rutin muncul setiap tahunnya.
Hal itu terlihat dibanyak titik yang ada di Kota Makassar, salah satunya di Jalan Toa Daeng 3 lorong 12, Kelurahan Batua Kecamatan Manggala, Rabu (20/12/2017) dimana terjadi genangan akibat hujan turun terus menerus sehingga menutupi ruas jalan.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, persoalan banjir atau genangan seharusnya pemkot dalam hal ini mesti sigap menanggapi persoalan ini, jangan hanya mengedepankan pencitraan.

“persoalan banjir saat ini yang semakin parah, seharusnya pemerintah kota makassar, dengan sikap harus menanggulangi persoalan ini secepatnya, jangan cuman pencitraan saja yang diutamakan, sehingga persoalan penanggulangan banjir di kesampingkan,”ujarnya kepada rapormerah.co, Rabu (20/12/2017).
“saya rasa makassar untuk saat ini sama dengan makassar yang dulu, terkait penanganan banjir, Ikon makassar dua kali tambah baik sangat di nilai sudah tidak relevan dengan kehidupan yang dirasakan oleh masarakat,”tambahnya.
Melihat hal tersebut tentunya, Visi dan Misi kota Makassar menuju kota dunia hingga saat ini bisa dibilang masih jauh dari harapan. Salah satu faktor penunjang utama menuju kota dunia tentu bebas dari banjir.
Sementara itu, Pengerjaan drainase saluran air yang menjadi program pemerintah kota Makassar yang menggunakan dana APBD dan diterapkan sejak dulu nyaris tidak membuahkan hasil.
Menanggapi hal itu, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan bahwa ini memang merupakan permasalahan lama dikota Makassar.
“Banjirnya memang sudah dari dulu, jika orang – orang disana banjirnya tidak turun – turun kita tidak memakan waktu lama, coba ukur sendiri, perubahan sangat cepat, ini karena kinerja disektor drainase. Kita mesti fair melihat ini, saya tau ini juga politik,”ujarnya.
Penulis : Thamrin
Leave a Reply