


RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Yayasan Nurul Imam menjalin kerjasama dengan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Makassar terkait Program Kemitraan Pembinaan Keterampilan dan Kepribadiaan Khusus bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di dalam dan luar Lembaga Pemasyarakat atau Rutan dengan Basis Tahfiz Al-Qur’an.
Kerjasama tersebut dituangkan dalam salinan Mou ditandatangani oleh Kepala Rutan Klas 1 Makassar, Surianto serta Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Makassar serta Ketua Yayasan Sahabat Nurul Imam, Ichwan Jufri sebagai inisiator mitra dalam Program Pendampingan Pembinaan WBP di Rutan Klas 1 Makassar, Kamis (28/9/2017).
Kepala Rutan Klas 1 Makassar, Surianto mengatakan, kegiatan ini untuk mengajarkan Alqur’an kepada warga binaan yang memang belum dapat membaca Alqur’an.
“Kalau yang sudah bisa membaca Alqur’an kita diusahakan untuk mampu menghafal Alqur’an dengan baik,” kata Surianto saat disela-sela acara Semarak Tahun Baru Islam 1439 Hijriah.
Lanjut Surianto, ada upaya yang dilakukan agar warga binaan untuk terus membaca Alqur’an sehingga dibentuklah Satuan Pengawas (Satgas).
“Jadi ada Satgas yang dibentuk dari petugas Rutan untuk mengarahkan warga binaan dan mengawasi,”lanjutnya.
Dalam menjalankan program hafal Alqur’an, tambah Surianto, pastinya terdapat kendala seperti sarana infrastruktur.
“Kendalanya infrastruktur, kita mau kelompokkan napi ini dalam program hafal Alqur’an tetapi karna kamar terbatas. Maunya saya mereka ini satu blok namun terbatas kita gunakan dulu kamar, sehingga untuk mengatasi masalah itu kita gunakan fungsi masjid,”terangnya.
Menurut Kepala Rutan Klas 1 Makassar, Alqur’an adalah mikroskop untuk melihat kehidupan sekarang dan nanti.
“Harapan saya semua yang terlibat dalam proses ini mengajak orang yang diluar sana untuk terlibat secara langsung sehingga itu menjadi investasi pahalanya,”harapnya.
Selain penandatanganan Mou, ada juga penyerahan sertifikat muallaf kepada lima orang warga binaan Rutan Makassar oleh Kepala Kementerian Kota Makassar, Muhammad Nur Halik dan penyerahan hadiah untuk tiga orang peserta terbaik Pembekalan Imam Da’i dan Dirosa.
Leave a Reply