RAPORMERAH.CO, WAJO – Muh Tang Bin Saing tewas bersimbah darah usai dikeroyok oleh tiga orang pria di Dusun Abbanuangnge, Desa Laliseng, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Selasa, (19/9/2017) sekitar pukul 20.30 Wita.
Korban dikeroyok oleh tiga orang pelaku bernama Laberru, Latasing dan Labarudding. Ketiga pelaku mengeroyok korban dengan mengunakan parang yang menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.
Kapolres Wajo Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Noviana Tursanurohmad menjelaskan, berawal dari kejadian sebelumnya, keponakan korban bernama Resky alias Larikki bin jufri dianiya oleh Sirudding alias Siru (35) yang saat ini telah diamankan di Polsek Keera.
“Sehingga korban mendatangi dan melempari rumah Sakir yang merupakan tetangga pelaku penganiayaan keponakan korban,”kata Noviana, Rabu (20/9/2017).
Kemudian lanjut Noviana Landu menyatakan ‘jangan begitu’, sehingga korban berhenti melempari rumah Sakir dan menuju ke pinggir jalan poros, namun di pinggir jalan tersebut korban bertemu dengan Laberru dan korban mengucapkan kata kasar.
Pelaku Laberru tersulut emosi kemudian mendatangi korban sehingga korban dan pelaku saling berhadapan yang saat itu sama-sama memegang parang selanjutnya keduanya saling memarangi.
Namun, tiba-tiba datang Latasing yang langsung memarangi korban sehingga korban terjatuh, setelah terjatuh kemudian datang lagi Labarudding ikut juga memarangi korban yang mengakibatkan korban luka parah disekucur tubuh sehingga korban meninggal dunia ditempat kejadian.
Polisi yang mengetahui peristiwa tersebut langsung bergerak ke tempat kejadian dan melakukan olah TKP.
“Saat ini satu pelaku bernama Laberru sudah diamankan sedangkan dua orang pelaku masih dalam pengejaran petugas,”ujarnya.
Selanjut personil disiagakan dirumah kedua belah pihak untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dengan turut melibatkan tokoh masyarakat untuk mempercayakan kepada kepolisian melakukan proses hukum.
Penulis : Illank