


RAPOMERAH.CO MAKASSAR – Sekretarias Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Idrus Marham angkat bicara terkait peran Nurdin Halid (NH) yang kini di bebankan tanggung jawab mengendalikan Partai Golkar pasca di tetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka Kasus e-KTP oleh KPK.
Idrus Marham menjelaskan bahwa pasangan NH-Aziz tetap running pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang, meskipun NH disibukkan dengan agenda politik nasional.
“Kalau ada yang masih meragukan NH pasti ini skenario politik, untuk mengacaukan masyarakat. Ini adalah cara yg tidak tepat dan tidak bisa diikuti,” ujar Idrus Marham yang juga Ketua GNH17 di Rumah Makan (RM) Ujung Pandang, Makassar, Kamis 27/7/2017.
Adapun alasan NH maju sebagai calon Gubernur Sulsel, karena NH ingin mengabdikan diri membangun masyarakat sulsel terutama membangun kampung.
Selain itu lanjut Idrus Marham, NH sarat akan pengalaman memimpin organisasi, di Golkar jabatannya cukup mentereng dengan mengendalikan DPP Golkar pasca pleno di Jakarta beberapa waktu lalu.
“NH menjadi calon gubernur karena keterpanggilan tanggunjawab untuk membangun Sulsel. NH terpanggil untuk mengabdi, mengamalkan ilmu selama ini,” bebernya
Lebih lanjut, meskipun Partai Golkar ini cukup untuk mengusung kandidat sendiri pada pesta demokrasi lima tahunan, namun Golkar tetap gencar mengejar parpol dan membangun koalisi besar dengan melamar partai-partai lainnya.
“Koalisi partai suatu keniscayaan, meskipun Golkar Sulsel cukup untuk mengusung kandidat sendiri, namun tetap berkoalisi dengan partai lainnya,” tutupnya.
Peliput : Thamrin | Editor : Akbar
Leave a Reply