


RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Puluhan Massa dari gabungan LMND ( Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi ) , SRMI ( Serikat Rakyat Miskin Indonesia ) dan API (Aksi Perempuan Indonesia ) mengelar aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Kota Makassar Jl. Ahmad Yani, senin (4/9/17).
Aksi tersebut sebagai wujud penolakan terhadap pengusuran pedagang Anjungan Pantai Losari , dimana pemerintah Kota Makassar dianggap menjadian lokasi tersebut sebagai lahan bisnis dan membuat para pedagang terpuruk dengan adanya laragan berjualan ketika ada event.
Salah satu kordinator aksi pedagang asongan mengatakan, ” kami sangat kecewa atas tindakan pemerintah Kota, karna setiap ada Event kami selalu di liburkan, bukan hanya pada saat adanya Event F8 ini tetapi setiap ada Event di Anjungan Pantai Losari kami selalu diliburkan selama 11 hari ” ujar Yanti .
” Sedangkan kesepakatan di DPRD hasil RDP kami tidak perna bicarakan tentang itu, kami di berikan tempat yang layak dengan luas 2X5 meter, sedangkan sekarang kami hanya diizinkan berjualan di tembok saja dimana ukurannya tidak cukup 1 meter di hadapannya parkiran ” pungkas Mace sapaan akrap Yanti.

Bahkan menurut para pedagang pemerintah Kota Makassar Jadikan anjungan pantai Losari sebagai lahan bisnis dimana pedagang yang ingin berjualan di kenakan biaya 3,5 juta dalam 5 hari.
” Karena setiap ada Event para pedagang baju atau oleh oleh Makassar di kenakan biaya Rp 3,5 juta dalam 5 (Lima) hari . Kami anggap anjungan pantai losari di bisniskan dan diperdagangkan karna kami dilaran masuk, yang penting ada uang bisa masuk ” tutup Mace dengan raut kecewa.
Peliput : Akbar
Leave a Reply