


RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Lantaran berusaha melarikan diri Kahar Daeng Sibali (43) tewas setelah diterjang timah panas petugas kepolisian, Rabu (24/7).
Sampai dilumpuhkannya, pelaku spesialis pencurian nasabah bank ini berusaha melarikan diri dan berupaya menyerang anggota Resmob Polda Sulsel saat hendak dibawa untuk dilakukan pengembangan pencarian barang bukti hasil kejahatannya.
Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Edy Sabhara mengatakan, bahwa pelaku ini merupakan spesialis pencurian nasabah bank di beberapa wilayah Sulsel. Dan terakhir pelaku melancarkan aksinya di halaman salah satu bank di Kabupaten Sinjai yang berhasil membawa kabur uang korban sebanyak Rp 100 juta.
“Daeng Sibali beraksi dengan sasarannya adalah nasabah yang baru saja mengambil uangnya di bank. Dan aksi terakhir di Sinjai dengan mengambil uang nasabah yang disimpan dalam bagasi motor,” kata Edy Sabhara, Kamis (25/7/2019).
Pelaku sampai berhasil ditangkap setelah pihak Polres Sinjai berkoordinasi dengan Resmob Polda Sulsel untuk dilakukan penangkapan terhadap pelaku yang diketahui berada di wilayah Kota Makassar. Alhasil pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya Jalan Tamangapa Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
“Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian di Sinjai dengan cara mencungkil sadel motor korban lalu mengambil dua buah hp serta dompet berisikan uang,” tuturnya.
Dalam catatan kepolisian, sebut Edy pelaku yang merupakan warga Jalan Rajawali, Kota Makassar ini juga telah melakukan aksi pencurian lintas kabupaten baik itu curat maupun pencurian kendaraan bermotor.
“Tercatat ada tujuh laporan polisi pelaku terkait curat dan curanmor dibeberapa daerah di Sulsel. Dalam menjalankan aksinya pelaku juga terkenal sadis, bahkan tak segan-segan melukai korbannya dengan menggunakan senjata tajam,” bebernya.
Kemudian saat pelaku dibawa untuk mencari sepeda motor digunakan saat melancarkan aksi yang disimpan di Kabupaten Jeneponto. Pelaku berusaha melarikan diri dan melawan sehingga diberikan tembakan peringatan. Namun pelaku tetap berupaya kabur.
“Dalam perjalanan pelaku meminta untuk buang air kecil, sehingga petugas pun menurunkan dan membuka borgol. tetapi pelaku malah memberontak dan berusaha kabur sehingga diberikan tindakan tegas yang mengenai pahanya,” ungkapnya.
Kemudian pelaku dilarikan ke RS Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan medis, namun pelaku setelah di rumah sakit sudah meninggal dunia.
“Karena jarak dan arus lalu lintas macet sehingga tim membutuhkan waktu lama untuk tiba di rumah sakit. Setibanya di UGD, pelaku diperiksa oleh dokter dan dinyatakan sudah tidak dapat tertolong lagi,” pungkasnya.
Dari tangan pelaku petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan pelaku berupa, delapan buah handphone berbagai merk, obeng, dua kunci letter T yang digunakan mencuri sepeda motor, satu buah jam tangan dan dompet serta uang palsu sebanyak sembilan lembar pecahan Rp100 ribu. Dan saat ini, mayat korban telah diserahkan ke pihak keluarganya untuk di makamkan.
(Ibl/Azr)
Leave a Reply