Tak Dapat Beasiswa, Kader HMI Bakar Pagar Kantor Bupati Maros

RAPORMERAH.CO, MAROS – Beasiswa tak dapat diperoleh tahun ini, puluhan kader HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Komisariat STIM Yapim Maros, membakar pagar kantor Bupati Maros di jalan poros Maros-Pangkep, Rabu (26/7) .

Aksi itu merupakan rangkaian aksi demonstran menuntut Bupati Maros, mundur dari Jabatanya karena dianggap tidak peduli dengan hak Mahasiswa mendapat Beasiswa seperti yang diperoleh Mahasiswa di daerah lain.

Selain itu demostran HMI juga menilai Komite Nasional Pemuda Indonesia KNPI sebagai organisasi induk kepemudaan gagal menfasilitasi para mahasiswa yang butuh perhatian pemerintah melalui program Beasiswa.

“Kami menduga adanya permainan antara pihak Pemerintah Kabupaten Maros dan KNPI, karena program beasiswa yang pernah disalurkan tahun lalu melalui organisasi ini, tidak pada instansi pemerintah terkait, sehingga penyaluranya tidak tepat sasaran, ” kata jendral aksi Jufriadi Juma.

Buntut aksi ini, bukanya mengundang simpatik warga Sosial Facebook, tapi malah mendapat cuitan kurang sedap, seperti, komentar anggota Dewan Maros, Muhammad Amri Yusuf, ” yang sudah lamah saja jadi Universitas tidak begitu cara minta Beasiswanya” tulis Amri, lalu pada komentar lain ditulisnya, “Yang seleksi saja KNPI ndak lolos apalagi dewan yang seleksiki,” tulis Amri.

Selain itu dari pihak pengurus DPD KNPI Maros, Kartomas, menjelaskan, KNPI itu wadah aktualisasi dan berkreasi. Kalau ada yang keliru. Ya oknum, kasihan adek adek itu karena tidak paham permasalahan.

Menurut Kartomas, “KNPI tidak pernah pegang dana beasiswa. Kenapa nuntutnya di KNPI. KNPI cuman memfasilitasi pemuda untuk mendapatkan haknya. Agar dapat belajar degan baik,” tulis Kartomas.

Selain itu salah seorang warga, Anchanya El faith pada Sosial Facebook mengatakan, “bukan HMI yang pilihki itu pak bupati, tapi masyarakatka, berurusan maki sama KNPI tapi jaganki rusak rusaki itu pagarka. Bisaji itu dibicarakan baik baik, kukira orang berpendidikan semua yang berdemo bela, atau ada yg provokator iaa ???? bukanji anu disetting ??” tulis Anchanya.

Aksi yang dilakukan Komisariat STIM Yapim sendiri, nampak tidak solid dengan komisariat lainya jajaran HMI Maros. Ketua HMI Maros Alriansyah, mengatakan, hanya komisariat ini yang turun kejalan, “kami telah memberikan saran dan masukan untuk dianalisa pokok masalahnya lebih dulu, namun aksi yang dikakukan kembali pada hak internalnya,” kata Aldrian.

Peliput : Jumadi |  Editor : Akbar

Leave a Reply