Tidak Dibayar Delapan Bulan, Staf KCD Disdik Wajo Akan Tempuh Jalur Hukum

RAPORMERAH.CO – Staf KCD dinas pendidikan propinsi sulawesi selatan wilayah kabupaten wajo dan soppeng A Roswanita merasa keberatan lantaran delapan bulan TPP tidak pernah terbayarkan, Rabu (01/04/2020).

Tidak terbayarya TPP selama delapan bulan oleh sebab kepala seksi SMA wilayah wajo bersih keras tidak mau menyetujui adanya pembayaran tersebut.

Menurutnya A. Roswanita atau yang akrab disapa Andi Noni, Kasi SMA KCD tidak menyetujia adanya pembayaran TPP dengan alasannya saya jarang masuk kantor.

Dirinyapun menjadi bingung denga alasan Kasi SMA KCD karena dirinya ditugaskan di kab soppeng sebagai perwakilan KCD sedang mereka menuntut saya mesti harus absensi di kab wajo yang jaraknya kurang lebih 60 kilometer.

” Itu kan sama dengan penyiksaan, tidak pernah menghitung biaya transpor dan resiko dijalan, sedang saya seorang perempuang, mungkinkah saya setiap hari berkantor di kab soppeng, sedang saya harus absen dikab wajo, itu tidak rasional ” Keluhnya

Menurutnya dari awal dirinya ditugaskan di kab soppeng sebagai perwakilan dengan kesepakatan dan memang sudah absennya dikab soppeng saja.

” Kenapa ada tekanan dari Kasi SMA KCD Wajo Hj. Samsia mengharuskan saya absensi di wajo ” Tambahnya

Dengan adanya perlakuan seperti itu Andi Noni merasa sangat keberatan atas kebijakan Kasi SMA KCD tersebut menurutnya suatu ketegasan yang salah.

” Kalau memang dia mau tegas, anaknya sendiri yang biasa di panggil titin seorang staf honorer di kantor KCD itupu juga jarang masuk kantor namun mereka dia bayarkan gajinya ful, sedang ada juga staf honorer yang sama dengan anaknya kadang tidak dibayarkan gajinya ” Terangnya

Sebagai staf PNS KCD kata Andi Noni dirinya tetap bertugas di tempat yang di SKkan kcd yang sebelumnya dianggap tidak hadir dan tidak mau menyetujui TPP di bayarkan hingga sampai sekarang ini.

” Yang jelas saya merasa dirugikan selama delapan bulan saya tidak menerimah TPP ” Keluhnya

Dirinyapum meminta semua apa yang pernah dia tandatangani semacam sppd dan ada berapa kegiatan lainnya yang sesuai daftar nama yang ditanda tangani, namun itu tidak diberikan uangnya.

” Kalau kasi SMA wilayah wajo soppeng, mereka juga tidak rutinitas masuk kantor dan juga lebih banyak di makassar, sata akan melaporkan kepada pihak yang berwenang karena merasa di rugikan ” Tegasnya

Semantara itu, Kepala KCD kab wajo saat dikonfirmasi melalui via telpon menaggapi perseteruhan tersebut dan mengaku tidak mengetahui kalau ada hal-hal seperti itu.

” Kalau saya sebagai kepala KCD. Kab wil wajo saya sekarang baru kisaran kurang lebih dua bulang ” Tutupnya

Penulis : Andi Batara
Editor : Syahril

Leave a Reply