31 IKA Pondok Pesantren Mendeklarasikan Santri Indonesia Timur

31 IKA Pondok Pesantren berkumpul di auditorium KH. Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar, mendeklarasikan santri indonesia timur untuk islam washatiyah. Kamis (2/11/2017).

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Sebanyak 31 IKA Pondok Pesantren berkumpul di auditorium KH. Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar, mendeklarasikan santri indonesia timur untuk islam washatiyah. Kamis (2/11/2017).

Ikatan Alumni pondok pesantren indonesia timur tergerak untuk menyatukan komponen santri sebagai bentuk kecintaan terhadap negara kesatuan indonesia.

Maraknya ujaran kebencian dimedia sosial yang mendegradasi moral anak bangsa, radikalisme serta gerakan meronrong keutuhan NKRI menjadi dasar kami berkumpul untuk melawan itu semua. Ujar Rizal Syarifuddin yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Pondok Pesantren Annahdlah Makassar.

Di era perebutan kemerdekaan santri dan kiai lah yang menjadi tameng dalam memerdekakan NKRI, dan saat ini santri dan pondok pesantren harus menjadi bagian anak bangsa yang menjaga keutuhan NKRI. Ujar Rizal

Dalam acara deklarasi tersebut juga hadir pimpinan pondok pesantren, Rektor UIM, ketua MUI Sulsel, Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga pendiri pondok pesantren Al Ikhlas Ujung Bone Prof. DR. KH. Nasaruddin Umar.

Dalam mauidzohnya pada halaqah akbar santri indonesia timur, prof. Nasar menegaskan bahwa santri harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta penjaga moralitas keindonesiaan kita. Ujarnya

Acara ini juga dihadiri oleh ribuan alumni dan santri pondok pesantren se indonesia timur.

Dalam acara tersebut juga di launching buku berjudul Anregurutta karangan DR. Firdaus Muhammad (Alumni Pondon Pesabtren Annahdlah) yang berisi literasi ulama sulsel, mulai dari KH. Muh. As’ad pendiri Ponpes assadiyah sengkang hingga Anregurutta KH. Sanusi Baco Lc.

Sumber : Riz | Editor : Ikha

Leave a Reply