RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Hubungan antara Akademisi dengan pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah bagai dua hal yang tidak bisa dipisahkan dimana Akademisi memberikan Analisis politik yang ilmiah dan objektif untuk pengetahuan masyarakat dalam memilih tanpa keberpihakan dan tendensius.
Namun, Pernyataan salah satu akademisi terkait pemilihan kepala daerah dianggap tendensius dan lebih berpihak di setiap analisisnya.
Ketua bidang politik dan Bappilu PPP sulsel, Rizal Syarifuddin menyayangkan sikap para pengamat politik yang analisanya lebih tendensius dan berpihak, harusnyakan lebih objektif memberikan sebuah analisa politik. Ujar Rizal
Sangat disayangkan, sebuah komentar yang tendensius seorang akademisi terhadap calon kepala daerah, sebagai contoh kok masih ada akademisi yang menyatakan diri mendukung si B jika berpaket dengan si A, ini akademisi atau tim sukses? Ujar Rizal
Saya juga merasa aneh membanca pernyataan seorang pengamat terkait legalitas PPP, dia berangkat dari analisanya secara pribadi, tidak mendudukan legalitas PPP pada perundang-undangangan yang ada. Ujar Rizal
Saya berharap akademisi ini jangan lagi memberikan pernyataan yang tendensius, Objektiflah memberikan analisa politik, bukan komentar si fulan kalah jika si A ke sana, ini menunjukkan lebih tendensius dan pernyataan murahan. Tambah Rizal
Akademisi atau pengamat politik sebaiknya memberikan analisis politik yang ilmia, jangan terkesan memberikan pernyataan politik yang provokatif. Tutup Rizal
Editor : Ikha