Dianggap Tak Peduli, Warga Hadang Bus Bintang Prima

RAPORMERAH.CO SIDRAP – Buntut kematian satu keluarga yang berbocengan di Hari Raya Idul Fitri 1438 H oleh Bus Bintang Prima dianggap warga tidak ada itikad baik dari manegement. Hal tersebut menyebabkan tidak terbendungnya amarah sekelompok dari pihak keluarga yang dibantu warga dengan menghentikan tiga Bus Bintang Prima, route Makassar – Palopo, Sabtu (31/6/2017).

Anehnya penghadangan bus tersebut justru terjadi di depan kantor Polsek Baranti, Sidrap. Bus bertujuan ke Palopo tersebut sengaja mengambil jalur memutar lewat Pinrang.

Sekelompok warga yang melakukan aksi ini diduga adalah kerabat korban, satu keluarga yang tewas seketika di TKP , Sukri dan isterinya Nurdanti, serta kedua anaknya pada kecelakaan itu.

Kejadian pengadaan tersebut berdampak kepada penumpang bus terlantar. Beberapa diantaranya mencari bus lain untuk melanjutkan perjalanan. Indra, salah seorang penumpang bus Bintang Prima mengaku kaget, saat warga menghentikan bus yang ia tumpangi.

“Saya baru tahu ini buntut kecelakaan yang ramai diberita, “kata penumpang mengaku dipanggil Indra, kepada media malam tadi.

Bersyukur karena warga yang menahan bus tersebut tetap menjaga keamanan para penumpang, selain hanya menahan bus-bus tadi.

Dilaporkan, hingga berita ini diteruskan ke redaksional Rapormerah.co, ketiga bus masih tertahan. Sedang pihak kepolisian setempat masih terus mencoba menahan massa, agar tidak berbuat lebih jauh.

Sebelumnya, dua kali mediasi antara pihak bintang prima dengan keluarga korban menemui jalan buntu. Pihak Bintang prima disebut tidak beritikad baik, dengan berupaya membohongi keluarga korban dan polisi mengenai identitas perwakilan yang diutus.

Berbeda dengan kepedulian Jasaraharja , hanya sehari setelah kejadian langsung kerumah duka menyerahkan santunan ini masing-masing Rp50 juta untuk almarhun Sukri (suami) dan Rp50 juta untuk istri Sukri, almarhuma Nursanti, yang diterima ahli waris kedua orang tua almarhum dan almarhuma. Sedang kedua anak korban
mendapatkan santunan biaya pemakaman sebesar Rp 8 juta.

Peliput : Nasri Aboe |  Editor : Akbar

Related Post