RAPORMERAH.CO – Siswi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Pinang menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria yang diduga mengalami depresi, Sabtu (16/11/2019).
Tak hanya itu, pelaku berinisial, YW berusia 29 tahun juga menabrak korban di Jalan Ambo Dondi, Kelurahan Pacongan, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang.
“Pelaku sudah sementara kita amankan dan masih kita periksa. Dugaan semantara, yang bersangkutan ini depresi,” kata Kapolres Pinrang, AKBP Bambang Suharyono
Kejadian itu, berawal saat pelaku memarkirkan kendaraannya tak jauh dari lokasi kejadian yang tepat berada di samping Masjid Muhajirin.
Alasan pelaku memarkirkan kendaraannya di sekitar lokasi, karena pelaku merasa ada sejumlah preman yang mengikuti dirinya sepanjang perjalanan dari Kota Mamuju, hingga ke Kabupaten Pinrang.
“Pelaku memasuki lorong tidak diketahuinya dan menganggap ada beberapa orang yang menggunakan kendaran yang mau menabraknya. Lalu pelaku pada saat itu memarkir mobilnya dan berjalan kaki sambil melihat keadaan di sekitar,” terangnya.
Kemudian kata Bambang, pelaku berjalan ke area Masjid Muhajirin. Di dalam gang samping masjid lalu pelaku mengaku melihat ibunya masuk ke dalam masjid.
Setelah berada di dalam masjid, pelaku melihat sejumlah orang dan merasa kalau mereka adalah preman yang mengikutinya sepanjang perjalanan. Menganggap dirinya tidak aman, pelaku langsung keluar dari masjid dan saat keluar berpapasan dengan seorang pedagang pisang.
“Setelah bertanya kepada penjual pisang, pelaku masuk lagi ke dalam masjid, kemudian pelaku menganggap dirinya sudah tidak aman lalu pelaku mengambil besi yang sebelum sudah dibawa,” jelasnya.
Pelaku yang berusaha melarikan diri, usai menganiaya sejumlah orang di dalam masjid. Namun, ketika hendak kabur dengan menggunakan kendaraannya, pelaku menabrak SY (11) yang saat itu kebetulan keluar dari lorong samping masjid.
Korban yang dalam keadaan kesakitan, kemudian menyandera korban di dalam mobil pelaku. Berselang kemudian, pihak kepolisian tiba di lokasi dan bernegosiasi dengan pelaku agar membebaskan korban.
Akan tetapi, warga yang sudah keselut emosinya langsung menghakimi pelaku, tetapi aksi itu bisa dicegat oleh petugas keamanan.
“Pelaku yang pada saat itu membawa pisau dan berhasil diamankan langsung dibawa di Mapolres,” imbuhnya.
Korban yang berhasil diselamatkan kemudian dilarikan ke RSUD Pinrang untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara, pihak kepolisian menduga pelaku dalam pengaruh narkotika.
“Koordinasi dengan Sat Narkoba untuk lakukan cek urine terhadap pelaku. Kita periksa untuk pastikan,” ujarnya.
Saat ini, pelaku yang merupakan warga Mamuju, Sulbar telah diamankan di Mapolres Pinrang guna pemeriksaan lebih lanjut.
(Ink/Azr)