


RPM – Palu | Lembaga Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks) terus melakukan pengumpulan data dan bukti pada salah satu proyek fisik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud ) Sulawesi Tengah (Sulteng).
L-Kompleks, menyebut proyek tersebut diduga dikondisikan “Kongkalikong” pihak oknum di Disdikbud dan salah satu oknum pejabat Pemprov Sulteng serta oknum ULP setempat kepada perusahaan Bintang Jaya Mandiri.
Dalam keterangan Pers sebelumnya, L-Kompleks membeberkan salah satu bukti percakapan kontraktor CV Bintang Jaya Mandiri dengan oknum perantara yang membahas soal Fee serta proses pengantaran Fee (Uang) yang akan diberikan kepada oknum yang berhak serta bukti adanya pertemuan terselubung antara Bintang Jaya Mandiri yakni ‘RA’ bersama ULP inisial ‘AG’.
Kali ini L-Kompleks kembali menemukan fakta terbaru atau bukti baru terkait dugaan kongkalikong dan gratifikasi proyek SMA 1 Pelele ini, yakni percakapan Kontraktor RA yang menyebut nama Salah satu pejabat Pemprov Sulteng Inisial R.
“Beberapa hari belakangan kami terus mengumpulkan bukti baru guna kelengkapan pelaporan dan yang kami dapat sekarang, ada nama pejabat inisial R yang disebut oleh RA dan dalam percakapan itu jelas sekali tujuannya apa,” jelas Ruslan.
Ruslan menyebut, jika bukti terbaru itu sudah jelas mengungkap ada oknum pejabat yang mengatur dan ada Fee (Uang) yang bermain di dalam proses yang berjalan bahkan oknum pejabat tersebut mengontrol proses tender saat sedang berada diluar kota.
“Kak ‘R’ telpon saya, jangan dulu ada apa-apa sebelum saya datang” sebut Ruslan mengikuti bukti percakapan yang ditemukan, Rabu (8/8/2023).
Sementara itu RA dan M saat dikomfirmasi media Via Watsapp terkait temuan L-Kompleks hanya membaca pesan dan memblokir watsapp wartawan.
Dikonfirmasi terpisah, Oknum Pejabat yang ada dalam temuan L-Kompleks membantah hal tersebut dan mengatakan sedang di tanah Suci Mekah.
“Saya tidak di Indonesia, saya tidak tau soal itu saya lagi Haji, saya haji dari tanggal 16 Juni sampai 21 Juli” jawabnya Via Watsapp kepada media, Kamis (10/8/2023).
Sementara itu beberapa oknum yang ada dalam temuan L-Kompleks yakni ‘M’ selaku oknum yang ditugaskan mencari kontraktor, ‘FT’ sebagai oknum yang mengaku pemilik paket dan ‘RF’ Bintang Jaya Mandiri telah dikonfirmasi media dan hanya memblokir nomor Watsapp Wartawan.
Diketahui, tender yang di menangkan oleh Bintang Jaya Mandiri merupakan paket proyek yang ada di Disdikbud Sulteng yakni pembangunan gedung SMA Negeri 1 Palele Barat Kabupaten Buol yang menggunakan anggaran DAK senilai 3.1 Miliar Rupiah.
(Adr)
Leave a Reply