


RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Kritikan kembali mencuat pada Event F8 yang digelar di Anjungan Pantai Losari Makassar yang resmi dibuka Rabu (6/9/2017), event ini dianggap tidak efektif, dan cenderung dijadikan ajang kampanye.
Kritikan tersebut datang dari Syamsuddin Kadir, anggota fraksi partai Golkar DPRD Kota Makassar yang menyebut festival F8 atau Makassar International Eight Forum and Festival tidak efektif.
“Coba apa dampaknya untuk rakyat? Pemkot buang buang uang miliaran rupiah hanya untuk kesenangan sesaat dan ajang kampanye. Sementara rakyat kita masih menjerit, banyak pengangguran, miskin, begal selalu menghantui, ini sangat ironis,”sebut Kadir (Syamsuddin Kadir) dalam rilisnya yang dikirim ke beberapa media.
Menurutnya, akan jauh lebih bermanfaat jika uang miliran itu dipakai untuk memperbaiki sekolah, jalan jalan rusak, membayar ganti rugi tanah warga yang belum dibayarkan di area middle ring road, menaikkan honor pegawai kontrak, berikan kepada pegawai, atau bayarkan insentif RT/RW.
“Coba pikir, Pemkot bakar bakar uang puluhan juta lewat kembang api, Sukhoi sekali terbang berapa ratus juta bahan bakar dan operasionslnya, Jupiter Aerobic, penyanyi tidak mungkin datang gratis”,sebutnya.
Pegawai Pemprov dapat uang pakasi, sementara di Pemkot tidak ada. Insentif RT/RW yang dijanjikan Rp 1 juta juga belum terealisasi, Mirisnya lagi saat ini Pemkot hanya bayar pegawai honorer Rp 550 sebulan. Sementaran mereka ada yang punya anak dan istri.
“Ini kelihatan baik di publik, tapi sesungguhnya miris dengan kenyataan”.
Penulis : Nawan
Leave a Reply