RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Keluarga besar korban ledakan dan terbakarnya kapal patroli cepat milik Direktorat Polisi Perairan (Dit Polair) Polda Sulsel, kaget saat mendapatkan kabar AKP Tombong menjadi salah satu korban pada insiden tersebut, Rabu (24/7/2019).
Korban yang sehari-hari bertugas sebagai Kanit 1 SIHARKAN Dit Polair Polda Sulsel meninggal dunia, setelah mengalami luka cukup serius dideritanya.
Almarhum AKP Tombong yang berusia 54 tahun menghembuskan nafas terakhirnya saat berada di rumah sakit usai dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Salah satu keluarga korban, Syamsuddin mengaku dirinya kaget begitu mendapatkan kabar duka meninggalnya almarhum AKP Tombong sore tadi.
“Saya kaget dan tidak percaya. Makanya saya telpon nomor almarhum, dan ternyata ada telpon masuk kasih kabar duka ini. Makanya saya kaget,” kata Syamsuddin saat ditemui di rumah duka di wilayah Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, malam tadi.
Almarhum AKP Tombong meninggalkan lima orang anak yang terdiri dari 3 perempuan dan dua orang pria serta seorang istri.
Syamsuddin juga mengaku, jika almarhum punya rencana akan membuat usaha setelah pensiun nanti di kampung halamannya di Kabupaten Pangkep.
Tak hanya itu, korban juga terkenal sangat akrab dan familiar terhadap warga sekitar kediamannya.
“Tiga hari yang lalu ketemu. Biasa setelah salat orang dia salami tangannya. Terakhir itu dia tanya saya, nanti hari Minggu kita sama-sama ke Pangkep, karena kalau sudah pensiun itu mau buat usaha kecil-kecilan,” ungkapnya.
Jenazah almarhum AKP Tombong yang dibawa ke rumah duka disambut isak tangis pilu dari keluarga almarhum dan rencananya almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Pangkep, Kamis (25/7) usai Shalat Dhuhur.
(Ink/Azr)