Mulut Bayi 5 Bulan Melepuh, Diduga Disiram Air Panas

Kondisi balita lima bulan yang disiram air panas | Foto : IST

RAPORMERAH.co, PANGKEP – Balita berumur lima bulan terpaksa dilarikan ke Puskesmas Baring Kabupaten Pangkep lantaran pada bagian mulut, pipi kiri dan pipi kanan melepuh dengan indikasi tersiram air panas, Jumat (26/01/2018) sekitar pukul 12.15 Wita.

Peristiwa tersebut terjadi saat balita berusia lima bulan berinisial MJ sedang tertidur diayunan dekat dapur, sementara ibunya Norma (27) meninggalkan anaknya sedang tertidur menuju ke rumah tetangganya yang bernama Masati.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, saat ibu balita tersebut meninggalkan rumahnya yang berada di rumah hanya ada ibu tirinya bernama Irma alias Nia (38).

“Ibu korban hanya sekitar lima menit di rumah tetangganya, lalu tiba-tiba ibu tirinya memanggil dan menyampaikan bahwa anaknya menangis sehingga ibu korban kembali ke rumah,” kata Dicky, Minggu (28/01/2018).

Lanjut Dicky, setibanya di rumah ibu korban melihat mulut anaknya sudah melepuh dan baju yang di kenakan oleh korban sudah keadaan basah, sehingga ibu korban membawa anaknya langsung ke Puskesmas Baring untuk mendapatkan perawatan medis.

Pihak kepolisian yang mengetahui peristiwa tersebut segera ke Puskesmas Baring Kabupaten Pangkep dan langsung mengintrogasi ibu korban dan nenek korban.

Dari keterangan nenek korban Irma alias Nia bahwa saat itu dirinya sedang memasak di dapur kemudian ibu korban meninggalkan rumahnya ke rumah tetangganya dan korban sedang tertidur diayunan.

“Nenek korban sempat melihat korban diayunan sebelum keluar ke teras rumahnya dalam keadaan masih sehat,” kata Dicky.

Dicky menyebutkan, saat berada di teras rumahnya nenek korban mendengar tangisan korban kemudian melihat korban mulutnya sudah melepuh sehingga nenek korban teriak memanggil ibu korban sambil menggendong korban.

“Setelah ibunya tiba di rumahnya nenek korban menyerahkan korban untuk segera membawa ke Puskesmas Baring,” ujarnya.

Sementara hasil analisa tempat kejadian perkara (TKP) diketahui, kata Dicky, bahwa ayunan tempat korban tidur dengan jarak 2 meter dari tempat memasak, sementara ibu korban saat meninggalkan anaknya dalam kondisi sehat dan hanya ada nenek korban di rumah.

“Ibu, nenek dan korban tinggal satu atap. Sementara ibu korban saat tiba di rumahnya ayunan korban sudah tidak terpasang lagi,” tambahnya.

Dicky juga menyebutkan bahwa berdasarkan kesimpulan sementara berdasarkan analisa di TKP, korban balita berumur lima bulan berinisia MJ mengalami luka melepuh pada mulut bagian pipi kiri dan kanan sengaja dilukai dengan menggunakan air panas. Karena baju yang dikenakan dalam keadaan basah.

“Indikasi dugaan pelaku mengarah kepada nenek korban yakni Irma alias Nia. Karena saat itu hanya dia berada di rumah,” pungkasnya.

Penulis : Illank

Related Post