RAPORMERAH.CO, MAKASSAR -Polemik kepemilikan yayasan kembali terjadi di Kampus Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar.
Tampak dengan adanya oknum yang mengatasnamakan yayasan sah yang berhak menaungi kampus pencetak ribuan tenaga kerja yang tersebar diseluruh pelosok tanah air ini. Sehingga alumni UPRI angkat suara mengenai polemik yang terjadi di kampus perjuangan tersebut.
Mantan aktivis Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar, Suharlim sangat menyesalkan adanya issu yang menyerang kampus tertua di kawasan Timur Indonesia tersebut.
Pria yang akrab disapa Pendo ini mengatakan bahwa munculnya oknum yang mengklaim diri sebagai Yayasan yang sah sangat tidak berdampak positif terhadap kemajuan institusi pendidikan.
“Ini sangat merugikan kampus dan tentunya berimplikasi pada proses akademik,” ujar Pendo, saat ditemui di Kafe Edukasi, Sabtu (08/7/2017).
“Mestinya UPRI sudah tidak disibukkan lagi konflik internal. Masih banyak yang perlu dibenahi selain dari persoalan konflik Internal, ” tambahnya.
Lebih jauh Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar ini menjelaskan bahwa Universitas Pejuang Republik Indoneisa Makassar saat ini mestinya sudah harus mengalamai loncatan eksistensi, berpacu dan siap bersaing dengan kampus-kampus swasta yang lainnya.
“UPRI harusnya sudah keluar dari ranjau-ranjau konflik internalnya dan menyiapkan langkah-langkah strategis agar bisa bersaing dengan kampus – kampus yang lain,” pungkasnya.
“Saya kira sederhana problemnya, jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atau merasa sebagai pemilih yang sah, silahkan menempuh jalur hukum. Saya kira itu lebih Gentle Man,” tutup Alumni FKIP UPRI Makassar konsentrasi Studi Pendidikan Sejarah ini.
Peliput : Illank Editor : Kurniawan