RAPORMERAH.CO, PINRANG – Tanggul bendungan Sungai Saddang yang terletak di kelurahan Benteng Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang mengalami abrasi pada sisi utara bendungan. Kejadian ini sudah berlangsung hampir satu bulan lamanya.
Pantauan RAPORMERAH.CO, belum lama ini ke Bendungan Benteng, abrasi masi terlihat jelas dan bahkan hanya berjarak sekitar 5 meter dari bendungan utama, terliat semakin meluas mencapai 2 meter, dari panjang sekitar 100 meter dan lebar 8 meter yang sehari-harinya berfungsi sebagai jalan penghubung antar kecamatan Patampanua dengan kecamatan Batulappa.
Bahkan, tiga tim sukses dari balon bupati Abd Latief, Jamaluddin Jafar Jerre, dan Andi Irwan Hamid, masing-masing juga menyampaikan hal ini ke masing-masing balonnya.
Mereka mengatakan, bahwa abrasi yang terjadi pada tanggul bendungan sungai Saddang sangat mengkhawatirkan warga setempat. Titik abrasi ini semakin meluas jika tidak ditangani secara cepat, apalagi sekarang musim hujan, debit air bendungan bertambah tinggi. “Begitu bendungan jebol akibat abrasi tersebut , bisa menenggelamkan tiga perkampungan di sekitar bendungan tersebut” katanya.
Masalah ancaman abrasi ini bukan saja di bendungan akan tetapi juga terjadi di bagian ilir dekat PLTA Talabangi, seperti yang pernah di beritakan sebelumnya RAPORMERAH.CO.
Masalah ini juga sempat diangkat Pemerintah Kabupaten Pinrang, lewat Wakil Bupati Pinrang, M.Darwis Bastama, dan ancaman ini akan dibicarakan dengan Balai Besar Jeneberang.
Ternyata persoalan abrasi dianggap KNPI saatnya di bicarakan sebelum membawa bencana. ” Masalah ini akan diangkat kepermukaan baik kepada pemerintah daearah, balai besar dan DPRD sebelum menimbulkan bencana, ” janji Ketua DPK KNPI Kecamatan Batulappa , kepada Rapormerah.co, yang direspon Ketua KNPI Kabupaten Pinrang, Drs Nara, Rabu (7/6/2016) sore tadi . (*)
Peliput : Nasri Aboe | Editor : Olive