Deng Ical Gugah Keprihatinan Ke Korban Kebakaran Pasar Butung

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Siang tadi (7/6) Pasar Boetoel kembali dilalap api setelah dua tahun kejadian sama nyaris meratakan pasar tertua di Makassar ini. Hingga pukul 14.00 wita sore tadi atau sekitar empat jam dari awal kejadian  asap masih mengepul walau puluhan unit mobil pemadam kebakaran diturunkan Pemkot Makassar, menjinakkan amukan jago merah.

Kebakaran ini bersumber dari lantai tiga namun kobaran api hampir bersamaan tersembur dan nyaris meludeskan sebagian bangunan fisik lantai 3. Regu pemadam kebakaran awalnya mengalami kesulitan untuk memadamkan kobaran api di pasar tersebut tapi berkat jerih lelah berhasil menaklukkan si jago merah dan mengurangi jumlah kerugian material.

.

Api tidak membakar ludes pisik Pasar Butung. Namun asap tetap mengepul dari bangunan induk pasar selama berjam-jam, diperkirakan dari rayapan api yang membakar barang sandang yang cukup banyak di ratusan lodz dalam pasar tersebut. Hingga sore hari (7/6)  tampak sejumlah pedagang masih berupaya menyelamatkan barang-barang dagangan mereka yang tidak terbakar. Mereka melempar keluar semua barang-barang dagangan yang tidak terbakar ke lantai dasar pasar.

Sembari menyaksikan regu pemadam kebakaran yang masih terus menyemprotkan air ke arah lodz-lodz pasar yang masih mengepulkan asap hitam. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, berapa nilai kerugian materil akibat kebakaran di Pasar Butung Kota Makassar ini, belum diketahui secara pasti. Berdasarkan pandangan kasat mata terhadap barang-barang yang dilalap api, banyak pihak memperkirakan kerugian yang ditimbulkan mencapai puluhan miliar rupiah.

Barang-barang pedagang tampak berserakan di halaman pintu barat Pasar Butung yang terbakar.  Pasar Butung, merupakan salah satu Pasar Grosir terbesar di Kota Makassar. Konsumennya tak hanya berasal dari daerah-daerah kabupaten/kota di Provinsi Sulsel, tapi juga berasal dari sejumlah provinsi lain di Indonesia Timur.

Pasar Butung ini juga termasuk sebagai pasar tertua di ibukota Provinsi Sulsel, sudah ada sejak tahun 1917. Beberapa saat nampak hadiri menyambangi korban kekaran pasar Boetoeng 1917 tadi siang diantaranya Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Wakil Wali Kota Makassar, Syamsul Rizal. “Sangat prihatin dan terus berpesan agar meningkatkan kewaspadaan sebab musibah kebakaran dapat terjadi kapan saja.

Peliput : Vivi  |  Editor  : Akbar

Related Post