RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Curah hujan yang mengguyur sebagian wilayah di Sulawesi Selatan dalam dua hari terakhir diguyur dengan intensitas lebat hingga sangat lebat dan kecepatan angin tertinggi 36 Knot (66.67 km/jam).
Plt Kepala Balai Besar MKG Wilayah IV Makassar, Joharman mengatakan, curah hujan yang tinggi disebabkan oleh adanya daerah tekanan rendah di sekitar Laut Timor.
Selain itu, lanjut Joharman, kelembaban udara yang tinggi disertai labilitas udara dalam kategori labil sedang – kuat, menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan sangat signifikan di wilayah Sulawesi Selatan khususnya pesisir barat dan selatan.
“Dalam 3 hari kedepan (24–26 Januari), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang diperkirakan masih dapat terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian Barat meliputi Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Gowa, dan wilayah Sulawesi Selatan bagian Selatan meliputi Kabupaten Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Kepulauan Selayar,” terang Joharman, Rabu (23/1/2019).
Joharman menghimbau agar masyarakat, mewaspadai gelombang tinggi di perairan sekitar Sulawesi Selatan. Gelombang dengan ketinggian 1.25 – 2.5 meter berpotensi terjadi di Teluk Bone bagian selatan, gelombang dengan ketinggian 4.0 – 6.0 meter berpotensi terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan barat Sulawesi Selatan, Perairan Kepulauan Sabalana, Perairan Kepulauan Selayar, dan Laut Flores.
Masyarakat dihimbau juga agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi dan angin kencang yang akan terjadi tiga hari kedepan.
“Antara lain potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin. Masyarakat agar tetap memperbarui informasi dari BMKG serta instansi terkait untuk memastikan mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik,” pungkasnya.
(Ink/Azr)