RAPORMERAH.co, MAKASSAR -Tercatat sebanyak 388 kali gempa bumi mengguncang Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulbar selama dua minggu di bulan November.
Sementara gempa bumi yang terbesar terjadi pada hari ini dengan kekuatan 5,5 SR. Sehingga pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengirimkan tambahan tim untuk pemantau dan peneliti berikut sejumlah peralatan.
Pengamat Muda Gempa Bumi BMKG Wilayah IV Makassar, Muhammad Imran mengatakan, pihaknya mengirimkan tambahan dua tim khusus untuk memantau gempa bumi di wilayah Mamasa.
“Tim yang dikirim tersebut, berasal dari BMKG Wilayah IV Makassar dan stasiun BMKG Wilayah Kabupaten Gowa, ditambah tim pemantau dari BKMG Jakarta,” kata Muhammad Imran, Kamis (15/11/2018).
Selain itu, tim pemantau gempa bumi BMKG Wilayah IV juga memobilasasi pengiriman sejumlah peralatan yang digunakan untuk pemantauan gempa bumi Mamasa, diakibatkan oleh pergeseran sesar Saddam.
“Sejumlah peralatan yang dikirim ke wilayah Mamasa pada hari ini yakni sensor pendeteksi sesmograf portebel yang dapat dipindah-pindahkan, GPS, TDS serta peralatan lainnya,” ungkapnya.
Sejauh ini, kata Imran, pihaknya telah mencatat rentetan gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Mamasa sebanyak 388 kali dalam kurung waktu dua pekan di bulan November.
Lanjutnya, guncangan gempa bumi terbesar terjadi pada hari ini berkekuatan 5,5 SR dengan kedalaman 10 KM.
“Hasil analisis sementara kita, gempa bumi di wilayah Kabupaten Mamasa, memiliki korelasi atas kejadian gempa bumi yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala. Karena penggeseran sesar lokal di Mamasa yakni sesar Saddam, menimbulkan terjadinya rentetan gempa bumi di Mamasa,” pungkasnya.
Penulis : Illank | Editor : A.Azhar