Dahsyatnya Pengaruh Berbahasa Positif

Ilustrasi / IST

Ilustrasi / IST

RAPORMERAH.CO | Bahasa memungkinkan individu menyandi peristiwa dan objek dalam bentuk kata-kata. Dengan bahasa individu mampu mengabstraksikan pengalamannya dan mengkomunikasikannya pada orang lain karena bahasa merupakan sistem lambang yang tidak terbatas yang mampu mengungkapkan segala pemikiran.

Kisah Imam Ahmad yang selalu menjaga lisannya dalam berbahasa bahkan sampai dalam keadaan sakit. Imam Ahmad pernah didatangi oleh seseorang dan beliau dalam keadaan sakit. Kemudian beliau merintih karena sakit yang dideritanya. Lalu ada yang berkata kepadanya (yaitu Thowus, seorang tabi’in yang terkenal),

“Sesungguhnya rintihan sakit juga dicatat (oleh malaikat).”

Setelah mendengar nasehat itu, Imam Ahmad langsung diam, tidak merintih. Beliau takut jika merintih sakit, rintihannya tersebut akan dicatat oleh malaikat.

Apa yang disampaikan oleh Drs. Lilik Nurochim Alumni UNM 1991 jurusan bahasa Jerman ini pun benar, bahwa berbahasa memiliki pengaruh besar terhadap perilaku sosial manusia, tuturnya

Lebih lanjut dia mengatakan,
” yang nampak makin tinggi kualitas manusia makin berkualitas cara berbahasanya. Dan sebaliknya”.

Ustadz Lilik -nama sapaan-, beliau adalah salah satu guru Senior di SD Integral Al-Bayan memiliki daya karismatik yang tidak dimiliki banyak orang, segala bentuk ucapan dan tindakan-tanduknya dilakukan dengan serba hati-hati dan penuh kesabaran. Selain itu, nyaris jarang mengeluarkan kata-kata jika itu tidak penting baginya.

Ketika ditanya, seperti apa sih kualitas bahasa manusia yang baik itu, ia menuturkan

” Ya … Cara berbahasanya orang-orang di pasar. Kan beda kalau di pendidikan, misalnya”. Pungkasnya

Dari sisi kesehatan mengucapkan kata-kata positif dan kata-kata motivasi bisa lebih bersemangat dan menjadi lebih bahagia karena tubuh bereaksi dengan mengeluarkan hormon endorphin (Penghilang Stres dan Pereda Rasa Sakit Alami).

Leave a Reply