


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayjend TNI Agus SB hadir pada saat peresmian lokomotif kereta api yang berada di Desa Tellulimpoe, Kecamatan Pekkae, Kabupaten Barru, Jumat (10/11/2017) lalu.
Namun, saat dilakukan pemaparan oleh pihak kereta api membuat kaget Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjend TNI Agus SB yang secara tiba-tiba mendapat ucapan terima kasih, karena telah membantu dalam peledakan untuk jalur lokomotif kereta api.
“Saya langsung kaget, karena saya tidak tahu kalau ada peledakan,” kata Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjend TNI Agus Surya Bakti saat ditemui usai acara sertijab Kasdam XIV Hasanuddin di Makodam XIV Hasanuddin, Selasa (21/11/2017).
Sehingga Pangdam pun memerintahkan untuk dilakukan penelusuran terkait Kodam XIV Hasanuddin membantu pihak kereta api dalam melakukan peledakan untuk jalur lokomotif tersebut. Akhirnya setelah ditelusuri diketahui telah terjadi kesalahan prosedur.
“Jadi Danyon Zipur 8/SMG dan semua anggotanya sudah ditahan di POMDAM, itu pelanggaran, saya katakan tadi, apa yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh anak buah, saya sebagai pangdam harus tahu itu,” ujarnya.
Agus mengatakan, Danyon Zipur 8/SMG bersama anggotanya sudah menjalin kerjasama dengan pihak kereta api, berada diluar dari ketentuan yang berlaku dan itu adalah kesalahan fatal. Apalagi menggerahkan pasukan tanpa sepengetahuan dirinya sebagai Pangdam XIV Hasanuddin.
“Anggota dikerahkan, itu tanpa sepengatahuan panglima, tidak boleh. Jadi saat ini, Danyon Zipur dan semua yang terlibat sudah kita tahan di POMDAM,” katanya.
Ia pun menuturkan, Danyon tersebut menjalin kerjasama dengan pihak kereta api, kemudian mereka meminta bantuan lantaran sangat dibutuhkan bantuan, namun ia tak menampik bahwa memang ada sistem bantuan TNI kepada masyarakat, karna itu program nasional tapi prosedurnya tidak bisa dilakukan oleh level Danyon.
“Mereka melakukan kerjasama tanpa sepengetahuan saya, itu gak bisa. Begitupun dengan saya, jika ada yang ingin saya lakukan harus lapor ke KASAD, seperti pengadaan MoU pertanian untuk dibuatkan aturannya. Tidak boleh karena kenalan atau kenal, terus dia menggunakan anggotanya untuk membantu, itu tidak benar,” tuturnya.
Tidak ada efek dari peledakan tersebut bagi masyarakat tidak karena dilakukan jauh dari pemukiman, namun bagi TNI efeknya besar, pasalnya akan menjadi sebuah pertanyaan terhadap loyalitas dan kesetiaan prajurit kepada Pangdam XIV Hasanuddin.
“Anak buah saya harus setia kepada saya, begitu pun saya juga harus setia kepada KASAD, saya harus setia kepada Panglima TNI dan presiden. Loyalitas bagi TNI yang tidak bisa ditawar lagi. Sanksinya belum bisa kita tentukan, yang jelas sanksinya bisa pemecatan, penahanan dan sanksinya bisa bermacam-macam,” tutupnya.
Penulis : Illank
Leave a Reply