


RAPORMERAH.CO, PANGKEP – Sebuah kapal rombongan pengantin dikabarkan tenggelam di perairan Pulau Samatellu Borong, Kepulauan Pangkep, Rabu (5/7/2017) sekitar pukul 15.00 WITA.
Kapal naas tersebut, bergerak dari Pulau Salebbo menuju dermaga Maccini Baji Kecamatan Labakkang dengan menggunakan kapal ambulance milik Kepala Desa Mattiro Walie, NUR Syam.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan kapal ambulance memuat penumpang sekitar 30 orang, pulang dari acara resepsi pengantin Kepala Desa Mattiro Walie, Nur Syam.
“Kapal yang ditumpangi rombongan pengantin dihantam ombak dari belakang, sehingga nahkoda kapal Ambulance, Fattah (35) tidak bisa mengimbangi menggingat penumpan tersebut rata-rata duduk diatas kapal. Akibatnya kapal tersebut tengelam didasar laut karna kelebihan muatan,” jelas Dicky.
Dari insiden tersebut, enam orang meninggal dunia sedangkan yang selamat ada delapan orang dan empat orang korban masih dalam pencarian.
Adapun korban yang meninggal dunia yakni Hasmawati (23) IRT warga Desa Parenreng, istri dari Sukiman, Nurfausia Sukiman (16) Pelajar, warga Desa Parenreng, Hj Rahmawati (52) IRT Desa Parenreng, istri Lurah Pujananti Kab. Barru, Hj Ramlah (45) IRT warga Jalan Plamboyan Pangkep, istri Amirullah dan Mulianti bin Amirullah (23) Pelajar warga Jalan Plamboyan Pangkep serta satu orang belum ada identitas.
Sedangkan korban yang selamat antara lain, Amirullah (50) warga Jalan Plamboyan Pangkep, Mustakin (39) Kades Bodie, Hj Syamsuriani (40) Kades Parenreng,
Edy Rahman (35) warga Desa Parenreng, Santi (30) IRT warga Desa Parenreng, Aliyah (13) Pelajar warga Desa Parenreng dan Adi (35) Guru Samatellu warga Jalan Plamboyan Pangkep serta Fattang (35) Nahkoda Kapal warga Samatellu Lompo.
“Hingga saat ini masih ada 4 orang korban yang belum ditemukan yakni Haekal dan Hamka beserta 2 orang belum diketahui identitasnya,” pungkasnya.
Peliput : Illank Editor : Kurniawan
Leave a Reply