RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Iklim politik pilwali Kota Makassar kian hari makin memanas, dimana kondisi perpolitikan di Kota Angin Mamiri tersebut beberapa minggu terakhir dipenuhi dengan perseteruan antar Tim pemenangan Petahana Danny Pomanto – Indira Muliyasari (DIAmi) dengan kandidat Appi – Cicu (ACO) strategi dan manuver dari dua pasang calon tersebut saling unjuk kekuatan dan tak segan saling menjatuhkan di media sosial.
Terlepas dari pertarungan strategi dan perjalanan saling begal partai dan KTP yang terjadi antara dua pasang calon yang akan bertarung ini, ternyata muncul isu yang tersebar luas ke masyarakat bahwa Syamsu Rizal atau yang angkrab disapa Deng Ical bersama pasangannya yakni Ikbal Djalil dengan tagline DIAji batal maju bertarung di arena pilwalkot makassar sehingga timbul isu dalam pilwalkot 2018 akan berlangsung head to head antara (Danny Pomanto – Indira Muliyasari) dengan pasangan Munafri Arifuddin – Rachmatika Dewi (Appi – Cicu).
Namun hal tersebut dibantah oleh kordinator Tim DIAji Kecamatan Biringkanaya, Andika, menegaskan, segala opini yang berkembang “Itu tidak benar dan hingga saat ini kami dari Tim Biringkanayya masih terus bekerja, bahkan jajak pendapat di tingkat RT/RW yang berbasis rumah tangga Telah kami lakukan guna menakar seberapa besar kekuatan DIAji di masyarakat terkhusus untuk wilayah Biringkanaya yang merupakan salah satu kecamatan terbesar di Makassar.Jelasnya”
“Jika benar Deng Ical dan Ust Idje batal maju bertarung di pilwalkot terus kegiatan yang kami lakukan di tingkat kecamatan ini apa..?, Nah isu batal maju ini memang sangat mempengaruhi konstalasi politik dan bahkan isu ini sangat bisa menguntungkan salah satu pasangan calon, Tegas Andika”.
“Andika dengan tegas menambahkan, sudahlah, mari gunakan Kedewasaan berpolitik dan kematangan dalam menjalankan strategi cerdas tanpa menggiring opini publik atau isu- isu yang bersifat menjatuhkan calon lain sebab masyarakat saat ini sudah cerdas dan melek politik dan saya tegaskan DIAji akan deklarasi di waktu akhir atas keinginan rakyat, bukan atas ambisi politik,pribadi atau orang per orang apalagi ambisi kekuasaan besar.tutupnya
Penulis : Thamrin