


RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Seratusan dari massa Aliansi Ra’bisa (Rakyat Biasa) Peduli Demokrasi melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPD PDIP Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Gunung Bawakaraeng, Kota Makassar, Sabtu (21/9/2019).
Aksi unjuk rasa itu dilakukan terkait dikeluarkannya surat pemecatan terhadap Novianus Patanduk yang merupakan caleg Provinsi Sulsel terpilih periode 2019-2024, jelang pelantikan anggota DPRD Sulawesi Selatan pada tanggal 24 September nanti.
Sehingga massa pun yang mayoritas pemilih Novianus Patanduk mempertanyakan perihal pemecatan tersebut ke DPD PDIP Provinsi Sulsel.
Massa yang melakukan aksi unjuk rasanya dengan memakai mobil bak terbuka dan menggunakan pengeras suara secara bergantian berorasi menyampaikan pendapat terkait pemecatan salah satu kader PDIP yang lolos ke DPRD Sulsel.
Jenderal lapangan aksi, Adrianus Sandi Kalalimbong mengatakan, Novianus Patanduk yang telah ditetapkan oleh KPU Sulsel ini. Namun, pihak partai mengeluarkan surat pemecatan dijelang pelantikan anggota DPRD Sulsel.
“Landasan pihak partai memecat Novianus Patanduk karena tuduhan adanya penggelembungan suara menjelang dan setelah penetapan KPU. Tapi itu sangat janggal kalau ada tuduhan atau kasus seperti itu, maka kita masuk pada rananya Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi (MK),” kata Adrianus Sandi.
Kendati demikian, dirinya pun mempertanyakan keputusan pemecatan caleg terpilih dari Dapil Sulawesi II ini ke pihak DPD PDIP Provinsi Sulsel. Karna hal tersebut mencederai perasaan para pemilih Novianus Patanduk.
“Proses pertama yang disangkakan pada saudara kami dan pihak partai sudah menyurati KPU Sulsel untuk membatalkan, tetapi pihak KPU tidak bergeming dan menetapkan Novianus Patanduk sebagai anggota DPRD Sulsel. Namun, setelah ditetapkan kembali lagi ada tuduhan baru dengan melakukan penggelembungan suara yang sudah selesai dirana Bawaslu dan MK,” ungkapnya.
Massa yang melakukan orasi ini meminta ingin bertemu dengan pimpinan partai, namun pimpinan partai tidak ada ditempat sehingga massa akan kembali lagi melakukan aksi unjuk rasa dengan membawa jumlah massa yang lebih banyak.
Aksi unjuk rasa ini pun berakhir dengan aman dan tertib dengan mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian.
(Ink/Azr)
Leave a Reply