Dua Bulan Pasca Gempa Dan Tsunami Palu, Sebagian Korban Luka Berat Masih Di Makassar

Korban luka berat gempa dan Tsunami Palu yang masih berada di Posko Penampungan di Kota Makassar sangat membutuhkan bantuan. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Dua bulan telah berlalu peristiwa gempa bumi dan Tsunami yang menerjang Palu, Sigi dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), namun menyisahkan sejumlah korbam yang masih berada di Kota Makassar.

Dua bulan berlalu pasca gempa dan Tsunami Palu hingga saat ini beberapa korban masih bertahan di Kota Makassar, salah satu korban bernama Nurul Istikharah yang berhasil diselamatkan Tim Basarnas setelah tertimbun selama 3 hari dan harus menjalani perawatan dirumah penampungan di Kompleks BTP, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

Gadis berusia 15 tahun ini harus menerima kenyataan jika kedua kakinya harus diamputasi, akibat peristiwa gempa dan Tsunami yang melanda Palu beberapa waktu lalu.

Bahkan, ibunya turut menjadi korban gempa dan Tsunami. Dimana saat kejadian dirinya bersama ibunya akan melaksanakan Sholat Maqrib, namun tiba-tiba gempa terjadi membuat dinding tembok rumahnya roboh sehingga Nurul lari ke luar rumah bersama ibunya yang berada di Perumnas Balaroa.

“Ibu sempat kembali ke rumah dan ketika saat berada di rumah tiba-tiba kami tertimpa tembok beton,” kata Nurul, Jumat (14/12/2018).

Akibatnya, Nurul bersama ibunya tertimpun selama 3 hari, hingga anggota Tim Basarnas berhasil menyelamatkan dirinya. Tetapi sayang ibu Nurul tidak tertolong saat dilakukan evakuasi dan kedua kaki Nurul tertimpa beton harus diamputasi, karena kakinya sudah tidak dapat berfungsi lagi.

Kini, Nurul hanya bisa berbaring dan sesekali digendong oleh sang ayah jika Nurul ingin bermain bersama dengan relawan yang masih berada diposko penampungan.

Sementara, salah satu relawan yang berada di posko penampungan korban gempa dan Tsunami Sulteng, Urip Yulian mengatakan, bahwa di posko penampungan terdapat 30 korban Palu yang diungsikan.

“Ada sejumlah pengungsi mengalami luka berat diantaranya, luka pada bagian kepala, patah kaki dan punggung serta ada yang lumpuh,” kata Urip.

Para relawan dan korban berharap, agar adanya bantuan lagi dari pemerintah untuk korban gempa dan Tsunami Palu yang masih tertinggal di Kota Makassar.

“Untuk konsumsi kehidupan sehari-hari mereka bergantung pada uluran tangan para relawan. Bahkan, kondisi korban sebagian mengalami cacat. Kita mengharapkan bantuan ada lagi dari pemerintah,” pungkasnya.

Penulis: Illank

Related Post