Efek domino Pilpres “Kebijakan pemerintah membatasi akses media sosial meresahkan Pebisnis Online”.

RAPORMERAH.CO, Perkembangan digital yang begitu pesat di Indonesia mendorong masyarakat untuk bertransformasi digital. Disadari atau tidak, transformasi digital semakin mewabah ke berbagai sektor. Di era sekarang, transformasi digital juga tak dapat dipungkiri, mengingat perkembangan teknologi di era digital yang semakin beragam.

Kemampuan manusia untuk mengembangkan berbagai teknologi seakan tak memiliki titik ujung. Berkat kemampuan para ahli dan orang-orang kreatif, beragam teknologi tak hentinya memanjakan serta membuat kehidupan manusia menjadi sangat mudah.

Karena kecanggihan teknologi di era digital yang bisa kita nikmati sekarang, berbagai produk teknologi yang sebelumnya tak pernah terpikirkan dan kini muncul dengan banyak digemari oleh manusia.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut perkembangan transformasi digital di beberapa bidang:

-Yang pertama dibidang Komunikasi.

Cara manusia berkomunikasi akan sangat terasa perbedaannya di era digital seperti saat ini. Hadirnya smartphone dan dukungan jaringan internet membantu manusia dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain sehingga jarak jauh bukanlah sesuatu yang menjadi kendala untuk berbincang dengan orang-orang. Bahkan di era digital yang semakin berkembang ini hadirnya fitur layanan streaming dan panggilan video pun bisa kita lakukan.

-Yang kedua dibidang Bisnis.

Dalam membangun sebuah perusahaan tentunya dibutuhkan modal yang sangat besar. Di era digital, muncul perusahaan-perusahaan berbasis aplikasi dengan menghadirkan berbagai layanan. Transformasi digital ini tentunya membuat kinerja perusahaan lebih efisien tanpa membutuhkan lahan dan kantor yang banyak.

Bisnis yang berbasis aplikasi ini juga mulai menjamur dengan berbagai layanan yang disediakan. Meskipun menyaingi bisnis tradisional, namun transformasi digital dalam sektor bisnis ini juga turut membuka banyak peluang bagi masyarakat untuk merasakan dampak positif dari transformasi digital.

-Yang ketiga dibidang Finansial Teknologi (Fintech).

Era digital tak hanya digandrungi oleh perusahaan berbasis teknologi saja, namun perusahaan selain teknologi pun bertransformasi digital untuk mengikuti perkembangan teknologi.

Bahkan sektor keuangan juga turut bertransformasi digital, jadi kita tak perlu lagi melakukan transaksi secara manual atau berkunjung secara langsung ke bank. Transaksi tersebut dapat kita lakukan dengan mudah melalui smartphone atau beragam layanan yang menyediakan penyimpanan uang digital.

-Dan yang terakhir dibidang E-Commerce.

Layanan yang satu ini semakin mewabah di berbagai negara. E-commerce menyediakan berbagai barang atau produk yang kita butuhkan secara online.

Berbagai toko yang bertransformasi digital ini, tak hanya berkumpul dalam satu e-commerce saja. Mereka juga menggunakan berbagai jejaring sosial untuk menjajakan produknya secara online.

Platform belanja online juga turut membuat orang bertransformasi digital. Cara orang untuk belanja tak mesti berkunjung lagi ke toko fisik. Mereka bisa berkunjung pada toko online dan melakukan transaksi secara digital.

Itulah beberapa transformasi digital dari masing-masing bidangnya yang telah terpaparkan.

Baru-baru ini pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk membatasi media sosial yang katanya untuk meredam kabar bohong atau hoaks dikalangan publik melalui Menkopolhukam “Kami adakan pembatasan akses di media sosial. Fitur tertentu tidak diaktifkan untuk menjaga hal-hal negatif yang terus disebarkan masyarakat,” ujar Wiranto.

Di lain sisi kebijakan tersebut tidak mempertimbangkan aspek ekonomi dengan melihat era digital yang berkembang pesat saat ini, kita bisa melihat bahwa hal tersebut tidak selaras dengan kebijakan pemerintah dalam hal pembatasan penggunaan medsos karena dapat menimbulkan dampak sistemik terhadap iklim bisnis bagi para pelaku usaha yang berbasis digital. Efek dari kebijakan ini sangat terasa dikalangan pebisnis online yang didominasi oleh ekonomi mikro. Mereka saat ini kesulitan mengkomersialisasikan produk-produk di medsos dan sulit bagi konsumen dalam memverifikasi produk-produk yang dipaparkan oleh si produsen. Wajar saja kalau sebagian masyarakat yang menggunakan medsos atau digital sebagai sarana bisnis itu resah terhadap kebijakan pemerintah tersebut.

Harusnya sebelum pemerintah mengeluarkan kebijakan, terlebih dahulu mempertimbangkan aspek lain seperti aspek ekonomi. Hal tersebut bisa berdampak pada income perkapita bagi para pebisnis yang menggunakan sarana media sosial atau online. Meskipun sebenarnya dalam mengakses medsos atau sarana komunikasi berbasis online tersebut, kita bisa menggunakan Aplikasi Virtual Private Network sebagai upaya alternatif. Virtual Private Network atau yang disingkat VPN adalah sebuah koneksi antar jaringan yang bersifat pribadi yang dilakukan melalui jaringan publik dan memungkinkan pertukaran sumber daya secara privat.

VPN seringkali dikatakan lebih aman dibanding koneksi internet biasa. Namun ternyata ada beberapa fakta bahaya yang bisa ditimbulkan saat menggunakan aplikasi tersebut. Salah satu bahaya yang menanti ketika menggunakan VPN adalah resiko penjualan data secara ilegal. Orang yang menggunakan VPN gratis juga berisiko terkena serangan Man In the Middle, yakni suatu serangan terhadap sistem komputer yang saling berkomunikasi antara satu sama lain dan masih banyak lagi dampak negatif yang bisa di timbulkan dari penggunaan VPN.

Jadi, kami berharap kedepannya kepada pemerintah sebelum mengeluarkan kebijakan jangan hanya mempertimbangkan satu aspek saja dan mengabaikan aspek lain. Semestinya aspek lain harus dijadikan bahan pertimbangan, karena jangan sampai mengorbankan kepentingan Rakyat diatas kepentingan politik pemerintah di momentum Pilpres.

Penulis: Anak lorongji

(Ink/Azr)

Leave a Reply