Kabar Bohong Goncang DPRD Pinrang

RAPORMERAH.CO, PINRANG – Sekertaris Dewan DPRD Pinrang, Achmad Side, mengatakan adanya berita-berita palsu menunjukkan masih adanya kroschek yang belum ditrapkan pelaku Journalistik di daerah ini (Pinrang). Berita palsu yang dimaksud Sekwan Achmad Side, terkait adanya pemotongan dana reses anggota DPRD.

Kabar yang tak jelas itu, tak dilakukan kroschek baik ke Sekwan maupun anggota DPRD yang lakukan reses. Sebaiknya, kabar yang belum jelas itu di kroschek dulu sebelum dipublikasikan”, kata Sekwan DPRD Pinrang, Achmad Side, kepada pers sebelum shalat Jumat (30/6) di Masjid Almunawwir Pinrang.

“Bagaimana bisa saya memotong uang reses itu, karena saya tidak pernah melihat dana tersebut, selaian hanya mengetahui/menyetujui terlaksananya reses tersebut,” katanya lagi.

Bahkan, kata Sekwan Achmad Side, setelah dikroschek ke masing-masing anggota DPRD yang reses (inisial) yang dikabarkan dari berita palsu tersebut, tak ada yang mengaku adanya potongan tadi.

“Untuk itu, saya Achmad Side  sangat meyangkan adanya informasi tersebut yang langsung dipublikasikan tanpa dilakukan kroschek, sehingga berita bohong itu sempat menggonvangkan kinerja DPRD, dan akhirnya diketahui hanya berita bohong semata.

Seperti diketahui, salah satu media online , sesuai pengakuan anggota DPRD Pinrang berinisial AR, bila uang resesnya disunat oknum Sekwan, Ahmad Side.

Dan bukan itu saja, selain pemotongan uang reses, juga terjadi adanya staf DPRD Pinrang yang kerap membuat laporan palsu untuk mencairkan dana seolah-olah terjadi reses oleh anggota DPRD tadi.

Sayang, bagian humas DPRD Pinrang, Dede, tidak berkomentar setelah info ini pernah di tanyakan Rapormerah.co dan dia lebih memilih diam.

Namun pengamatan Rapormerah, baik sebekum Achmad Side, diangkat jadi Sekwan, persoalan reses memang ada benarnya terutama bagi oknum anggota DPRD itu sendiri yang tidak melakukan reses tapi SPJD tetap berjalan dengan saja anggota sekwan yang diikutkan reses.

Persoalan ini, bagian keuangan sering di panggil penyidik dan guna dimintai keterangan pengguaan dana reses tersebut.

Permainan ini hanya dari partai Hanura saja yang membenarkan adanya pemotongan ini, termasuk pembuatan reses palsu .

“Kalau info itu benar, memang sedikit Rp 500.000 dan tapi kalau dibagi banyak lumayan juga hasilnya, ” kata Sekertaris Hanura Pinrang, Muh.Tahir.

Tapi, Sekertaris Hanura ini, tak meliat kebelakan prihal anggota DPRD yang senang melakukan reses (fiktif) yakni hanya SPJD saja yang jalan dan dititp distaf Sekwan yang ikut reses. ” Jadi yang terjadi bukan pemotongan yang reses tapi pembagian uang reses fiktif dengan anggota DPRD yang hanya SPJD yang jalan,” kata pengamat legiskatif Jamaluddin Khas kepada Rapormerah.

Penulis : Nasri Aboe | Editor : Akbar

Leave a Reply