


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Jelang Hari Raya Idul Fitri, puluhan masyarakat Pulau Barrang Lompo menyebrang ke Kota Makassar untuk berbelanja keperluan lebaran nanti.
Namun, naas bagi puluhan warga saat menyebrang kembali ke Pulau Barrang Lompo menggunakan Kapal Arista diterjang ombak tinggi sehingga mengalami karam dan tenggelam di perairan Makassar.
“Saya ke Makassar mau belanja baju lebaran, itu kapal sudah mau pulang ke pulau,” ungkap Mayangsari (18), salah satu penumpang yang selamat saat ditemui di RS AL Jala Ammari, Rabu (13/6/2018).
Mayangsari mengatakan bahwa saat kapal ingin kembali ke Pulau Barrang Lompo tiba-tiba ombak sangat besar menghantam kapal hingga patah dan diperparah lagi dengan jumlah muatan kapal melebihi kapasitas Kapal Arista.
“Besar ombak baru banyak penumpang, banyak anak-anak, baru banyak motor 5 kapan motor,” tambahnya.
Korban Kapal Arista ini menceritakan, ketika kejadian dirinya sudah berada di bawah kapal yang sudah ambruk. Beruntung, dirinya berhasil selamat setelah menemukan jalan keluar dari dalam air laut.
“Saya pas di bawa kapal, saya panik sudah mau meninggal tiba-tiba ada lobang, saya keluar,” tambahnya.
Mayang mengaku, dirinya panik saat kejadian tersebut, sehingga ia tidak bisa menolong penumpang lainnya. Termasuk anak laki-laki yang diketahui bernama Rahman (6) berada dibelakang Mayangsari disebutnya meninggal dunia dalam tragedi tersebut.
“Banyak yang teriak minta tolong takut sekali tapi tidak bisa menolong, karena saya juga cari bagaimana bisa selamat. Pas di belakangku yang meninggal anak laki-laki. banyak anak-anak yang meninggal masih banyak dicari belum ditemukan,” ungkapnya.
Setelah berhasil keluar dari bawah perahu kata Mayangsari, ia berusaha berenang menyelamatkan diri. Sementara penumpang lanjutnya, tidak bisa berenang, akhirnya tewas dalam musibah tersebu.
“Hampir kayaknya 1 jam saya berenang baru ada penyelamat. Ada tetanggaku tante Marwa, tante Ita, Dg Nanni meninggal karena tidak bisa berenang,” pungkasnya.
Penulis : Illank
Leave a Reply