RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Kasus penembakan terhadap mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bosowa (Unibos) yang dilakukan oleh oknum Dit Sabhara Polda Sulsel di Jalan Urip Sumihardjo Makassar, Jumat (6/10/2017) sekitar pukul 3.30 Wita.
Wakapolda Sulsel, Brigjend Pol Mas Guntur Laupe mengatakan, tentunya itu adalah peluru nyasar yang ditembakan personil yang kebetulan saat itu mengamankan dan membubarkan balapan liar sehingga mengganggu ketentraman umum khususnya pengguna jalan.
Dengan terjadinya hal tersebut, kata Guntur, personil kita mendapatkan informasi terjadi balapan liar sehingga dua tim turun ke TKP tetapi tim kembali menambah personil.
“Karna cukup banyak anggota genk motor yang melakukan balapan liar termasuk penonton balapan liar cukup banyak sehingga ditambah lagi personil,” kata Brigjend Pol Mas Guntur Laupe saat konfrensi persnya, Sabtu (7/10/2017).
Kebetulan saat itu, lanjut Guntur, tidak dapat langsung dibubarkan oleh anggota yang hanya menggunakan sumpritan dan pengeras suara tetapi tidak diindahkan karna memang tidak terdengar dikalah dengan suara motor yang cukup banyak
“Sehingga dikeluarkanlah tembakan peringatan oleh anggota dengan diarahkan keatas menggunakan peluru karet jadi tidak ada yang mengarahkan ke seseorang,” ujarnya.
Wakapolda Sulsel membeberkan, tembakan itu tidak kedengaran dan tidak ketahuan kalau ada warga yang terkena peluru namun esok harinya baru ketahuan kalau ada warga yang masuk rumah sakit.
“Katanya terkena tembakan setelah dicek di rumah sakit memang ada dan mengalami luka lecet sehingga yang bersangkutan hanya dirawat semalam tetapi permintaan dokter tidak usah dirawat tetapi karna yang bersangkutan punya khawatiran sehingga dirawat,” jelasnya.
Korban telah dihubungi polisi termasuk keluarganya juga telah dihubungi dan meminta maaf. Walaupun tindakan personil telah benar berdasarkan protap atau prosedur yang berlaku di kepolisian tetap kita akan meminta maaf terhadap korban dan keluarganya.
“Sedangkan personil yang diduga melakukan penembakan tersebut tetap kita akan periksa, apa benar personil tembak keatas, kan begitu, yang jelas yang bersangkutan kita akan diperiksa. Hingga malam ini pihak propam masih melakukan pemeriksaan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebelum adanya tembakan peringatan oleh anggota memang terjadi pelemparan bahkan genk motor ini memanah personil beruntung hanya mengenai motor personil dengan menancap busur didepan motor.
“Penembakan itu pada dasarnya hanya untuk membubarkan aksi balapan liar dan itu sudah menjadi tanggung jawab kita,” tutupnya.
Peliput : Illank