Polisi Dalami Penyebab Kebakaran di TPA Antang, 6 Orang Akan Diperiksa

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko saat ditemui di TPA Antang | Foto : Illank

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko saat ditemui di TPA Antang | Foto : Illank

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Pihak Polrestabes Makassar masih menyelidiki penyebab pasti dari kebakaran yang terjadi di TPA Antang, Jalan Borong Jambu, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Kebakaran yang terjadi di TPA Antang ini sejak hari Minggu (16/9) lalu, sekitar pukul 13.30 WITA. Dan api berhasil dikuasai oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar Senin (17/9) sekitar pukul 04.30 WITA.

Namun, akibat dari kejadian itu menimbulkan asap yang pekat dan mengganggu aktivitas warga yang berada di Kecamatan Manggala serta bisa berdampak pada gangguan kesehatan bagi masyarakat yang menghirup asap kebakaran dari TPA Antang.

Sehingga pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan telah mengambil keterangan sejumlah saksi terkait kebakaran yang terjadi di TPA Antang.

“Ada enam orang (yang akan diperiksa) dari pengelola, petugas TPA dan pemulung. Saksi-saksi kemarin yang kita periksa baru seputar keterangan singkat di Lapangan. Setelah ini baru kita ambil keterangan di kantor,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, Rabu (18/9/2019).

Indratmoko menerangkan, bahwa awalnya api berasal dari Blok A3, tapi karena kencangnya angin sehingga merembes ke blok yang lainnya. Bukan hanya tumpukan sampah yang terbakar tetapi juga ada kios milik warga yang berada di tengah-tengah area TPA Antang ini yang ikut terbakar.

“Ada tujuh blok yang sudah terbakar. Padam sudah, tapi karena ada proses pembusukan ditumpukkan sampah atau gas metan makanya masih memproduksi api terus,” bebernya.

Namun, pihak kepolisian kata Indratmoko, masih mendalami penyebab kebakaran di TPA Antang dan telah dilakukan olah TKP untuk dapat mengetahui penyebab kejadian kebakaran ini

“Itu yang masih kita dalami (indikasi sengaja dibakar), dari yang mengetahui pertama kali baik dari pemulung, warga sekitar dan pengelola yang bertugas jaga,” pungkasnya.

(Ink/Azr)

Leave a Reply