


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Sejumlah perahu nelayan yang berada disekitaran lahan reklamasi Center Point Of Indonesia (CPI) tenggelam setelah Kota Makassar sejak malam hingga pagi tadi diguyur hujan.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, bahwa ada delapan perahu nelayan tersebut tenggelam lantaran dibawah arus, dimana terjadi pendangkalan sejak pengerjaan proyek CPI. Sehingga nelayan sekitar proyek reklamasi mengalami kesulitan mencari nafkah.
Meski demikian, terdapat dua perahu yang masih tenggelam sedangkan sisanya sudah berhasil diangkat ke permukaan dan dibawa ke daratan.
Ketua Nelayan Bonto Rannu, Kecamatan Mariso, Yusuf (37) mengatakan, ada beberapa kapal nelayan tenggelam karena terbentur di jembatan. Pasalnya ada arus kencang sehingga sulit untuk dikendalikan yang diakibatkan faktor curah hujan terjadi sejak malam hingga pagi tadi.
“Kerugian satu perahu itu maksimal Rp5 juta. Ini pembuangan dari kanal jongaya. Nelayan sangat menderita sejak 2 tahun terakhir,” ujar Yusuf saat ditemui di lokasi proyek CPI, Rabu (14/03/2018).
Menurut Yusuf, sebelum ada proyek CPI, biaya operasional nelayan ketika mencari ikan di sekitar Pulau Lae-lae hanya Rp. 50 ribu dengan hasil ikan sangat melimpah jika dibandingkan hasil tangkapan ikan saat ini.
“Semenjak adanya CPI lebih banyak lagi biaya transportasi yang dikeluarkan. Pihak CPI katanya siap untuk memfasilitasi masalah ganti rugi dan siap untuk pengerukan pasir,” tambahnya.
Yusuf berharap agar ada pengerukan pasir dan akses jalan bisa dibuka kembali karena permasalahan ini bukan masalah inividu tetapi menyangkut masalah orang banyak.
“Tentunya itu adalah tuntutan kami kepada CPI supaya kita lebih leluasa mencari nafkah,” tungkasnya.
Sementara, pendamping nelayan dari Koalisi Perempuan Indonesia, Alita Karen menyebutkan, bahwa pihak CPI berjanji akan segera melakukan pengerukan pasir.
“Jadi proses pengerukan pasir yang dijanjikan, akan dilakukan besok pagi. Segala kerugian yang timbul akibat kasus tadi pagi juga akan diganti oleh pihak pengembang seluruhnya,” pungkasnya.
Penulis : Illank
Leave a Reply