Rapor-Merah.com | Seorang pemuda di Makassar, Gonzalo Algazali, mengalami kerugian besar mencapai Rp 4,9 miliar akibat penipuan yang dilakukan oleh seorang perempuan berinisial Andi Fatmasari Rahman (AFR). Gonzalo dijanjikan bisa diterima melalui jalur khusus di Akademi Kepolisian (Akpol).
Kasus penipuan ini bermula dari pertemuan antara AFR dan keluarga Gonzalo di sebuah kafe di Makassar pada Februari 2024. Dalam pertemuan itu, AFR menawarkan jalur khusus untuk masuk Akpol, dengan syarat menyerahkan uang secara bertahap. “Awalnya AFR meminta Rp 1 miliar, kemudian naik menjadi Rp 1,5 miliar, dan terus bertambah hingga mencapai Rp 4,9 miliar, termasuk emas batangan dan perhiasan,” ungkap Hajjah Serli, tante Gonzalo, pada Selasa (15/10/2024).
Setelah menyadari bahwa tawaran tersebut hanya modus penipuan, keluarga Gonzalo melapor ke Polrestabes Makassar. Laporan yang dibuat nenek Gonzalo, Hajjah Rosdiana, terdaftar dengan nomor LP/B/1642/IX/2024/SPKT/Polrestabes Makassar/Polda Sulawesi Selatan pada 4 September 2024.
Hajjah Serli menjelaskan bahwa AFR terus berusaha meyakinkan keluarga mereka tentang peluang Gonzalo untuk masuk Akpol. AFR bahkan menjanjikan untuk membawa Gonzalo ke Jakarta dan Semarang jika ia tidak lolos seleksi di Makassar.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Devi Sujana, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menangkap AFR di Bone pada 29 September 2024. “Modus operandi pelaku adalah menawarkan jaminan lolos Akpol dengan imbalan uang,” ucap Devi.
AFR kini dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, yang mengancam hukuman maksimal 4,5 tahun penjara. Polda Sulsel mengingatkan masyarakat bahwa proses penerimaan calon anggota Polri tidak memungut biaya. “Jika ada yang menawarkan bantuan dengan imbalan uang, itu pasti penipuan,” tegas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto.
(RL)