Sertifikat PRONA Ternyata Tak Gratis di Palopo

RAPORMERAH.CO, PALOPO – Lagi-lagi program Nasional Agraria (PRONA) yang di gratiskan ke setiap warga penerima,hingga kini masih saja ada segelintir oknum yang memanfaatkan program tersebut guna meraup keuntungan, dengan cara melakukan pungutan ke setiap warga penerima.

Hal ini terjadi di salah satu kelurahan yang ada di kota Palopo sulawesi selatan tepatnya di kecamatan Sendana kelurahan Sendana kota Palopo .

Menurut informasi yang di himpun Rapormerah.co, Dari salah satu Warga yang enggan di sebutkan namanya, selasa (05/09).

Pembayaran di mulai sejak Bulan oktober 2016 hingga januari 2017, Sosialisasi pihak BPN di kantor lurah Sendana sekitar bulan januari 2017, Saat itu menurut penyampaian pihak Badan pertanahan Nasional kota Palopo,
di hadapan masyarkat kalau pengukuran akan di lakukan di bulan februari agar sertifikat prona bisa di terima di bulan april 2017 .

Adapun besaran pungutan Biaya prona yang di setor setiap warga penerima senilai Tiga ratus ribu rupiah dan jumlah keseluruhan penerima sebanyak seratus lima puluh tujuh penerima.

Namun ironisnya hingga terjadi penggantian pejabat baru di kelurahan Sendana, jangankan sertifikat pengukuran pun tak kunjung di Lakukan oleh pihak BPN .

Sementara, Surahman selaku kepala kelurahan Sendana yang sebelumnya bertugas di kelurahan Takalalla, Kota Palopo saat Dikonfirmasi terkait adanya Pungutan Biaya Prona di wilayahnya menjelaskan.

“Kalau Masalah prona di tahun 2016,sampai saat ini saya tidak tahu menahu apalagi Baru dua minggu saya bertugas disini, dan setahu saya prona di kelurahan Sendana ini, sejak tahun 2016 hingga kini belum pernah ada pengukuran ,Ungkap Surahman.

“Jadi terkait masalah itu saya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh masalahnya saya Masih Baru bertugas di Kel Sendana” Tutup Surahman ke Rapormerah.co via Telepon

Hingga berita ini diterbitkan kepala kelurahan sendana yang Lama belum dapat di konfirmasi.

Peliput : Dahlan

Leave a Reply