TNI Polri Tidak Netral di Pilkada Serentak, Sanksi Mutasi Hingga Pemecatan

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono bersama Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjend TNI Agus Surya Bakti usai melaksanakan Sholat Dhuhur di Masjid Hasanuddin Kodam XIV Hasanuddin. | Foto: Illank

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono bersama Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjend TNI Agus Surya Bakti usai melaksanakan Sholat Dhuhur di Masjid Hasanuddin Kodam XIV Hasanuddin. | Foto: Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono tak ingin meremehkan kondisi pengamanan Pemililhan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sulawesi Selatan.

“Kita tidak ingin meremehkan situasi, kita sama-sama TNI Polri mengamankan situasi ini,” kata Kapolda Sulsel saat ditemui di Masjid Sultan Hasanuddin Kodam XIV Hasanuddin, Senin (2/4/2018).

Selain itu, Kapolda juga menyinggung netralitas anggota Polri pada Pilkada serentak, kata Umar agar situasi dan kondisi kondusif serta masyarakat dapat percaya kepada aparat keamanan bersikap netral harga mati.

“Sikap netralitas ini kan sangat susah. Jika ada yang tidak netral, saya akan mutasikan,” tegasnya.

Sementara itu, Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjend TNI Agus Surya Bakti menjelaskan, bahwa sejak dari awal netralitas prajurit TNI menjadi harga mati dalam Pilkada serentak di Sulsel.

“Sehingga jika ada prajurit tidak netral ada aturannya. Kalau kapolda main copot anggotanya. TNI juga bisa seperti itu, bahkan bisa sampai pada sanksi pemecatan,” ungkapnya.

Semua unsur lanjut Agus, ingin melihat Sulsel dalam kondisi yang aman dan damai pada perhelatan pesta demokrasi yang dilakukan secara serentak di Sulawesi Selatan.

“Saya kira kita semua komitmen demi terwujudnya pilkada yang damai dalam proses memilih pemimpin yang berkualitas,” pungkasnya.

Penulis : Illank

Leave a Reply