


RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Berbagai kelompok baik mahasiswa maupun dari oraganisasi kemasyarakatan (Ormas) melakukan aksi peringatan Hari Anti Korupsi dan HAM Sedunia dibawa Jembatan Fly Over, Kota Makassar, Senin (10/12/2018).
Dalam aksinya mereka menyampaikan penuntasan kasus-kasus korupsi yang terjadi di Indonesia dan terkhusus di Sulawesi Selatan.
Tak hanya itu, para demonstran juga mendesak penuntasan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Papua terkait peristiwa penembakan terhadap para pekerja pembangunan jalan di Nduga, Papua yang dilakukan Kelompok Bersenjata (KKB).
Kendati demikian, proses penyampaian aspirasi yang terjadi hari ini tetap mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian yang mengerahkan sekitar 1500 personel, untuk memberikan situasi aman dan kondusif di Kota Makassar.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, bahwa pihaknya mengerahkan sekitar 1500 personel gabungan dalam rangka pengawalan peringatan Hari Anti Korupsi dan HAM Sedunia dibeberapa titik
“Untuk hari kami menyiapkan kegiatan pengamanan dalam rangka pengawalan aksi hari ini, sekitar 1500 personel yang dibagi di beberapa titik seperti di bawa Jembatan Fly Over, Gedung DPRD Sulsel, DPRD Kota Makassar, kantor Gubernur Sulsel dan Kejati Sulsel serta beberapa titik lainnya,” kata Wahyu saat ditemui di lokasi aksi.
Selain itu, Kapolrestabes Makassar mengucapkan terima kasih selama pelaksanaan aksi peringatan baik Hari Anti Korupsi Sedunia maupun Hari HAM Sedunia masih dalam batas koridornya.
“Jadi masih dalam situasi yang kondusif di Kota Makassar. Saya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dalam menyampaikan pendapat didepan umum masih dalam koridor,” pungkasnya.
Usai menyampaikan orasinya kelompok mahasiswa dan orma yang memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia dan Hari HAM Sedunia membubarkan diri dengan tertib.
Penulis : Illank | Editor : A.Azhar
Leave a Reply