Akbar Endra Berpihak ke Grand Mall Terkesan Tidak Etis

RAPOR MERAH MAROS – Tanggapan Akbar yang meminta Grand Mall beroprasi, “Lebih cepat lebih baik” dinilai tidak pantas dilakukan oleh seorang Angota Dewan terhormat.

Apalagi kecurigaan berbagai kalangan aktivis makin terkuak saat Akbar meminta pihak Grand Mall merangkul kalangan Ormas dan LSM yang selama ini melakukan protes atas kelengkapan izin lingkungan yang belum dikantongi pihak investor.

Menurut salah seorang Legislator yang enggang disebut namanya, menyatakan, sikap Akbar tidak etis, mestinya Dewan tidak perlu hadir pada sidang tersebut, karena hal itu sensitif.

“Meski Dewan punya domain soal itu akan tetapi, tidak serta merta semaunya hadir karena pejebat dewan itu diatur oleh sistem keprotokoleran dan tata tertib, jadi tidak asal asalan hadir sebagai pejabat publik,” kata dia.

Kehadiran Akbar Endra akhirnya dipertanyakan dan misinya bagaimana, ia dinilai merusak suasana sidang, karena cara berfikirnya tidak berkaitan dengan pembahasan Amdal pada Sidang Komisi Lingkungan Senin lalu. Malah justru akibat pernyataanya itu berujung bentrok dengan sejumlah tokoh Pemuda Pansila di Maros yang disebutnya minta jatah Staf HRD ke pihak Grand Mall.

Pihak menegemen PT Anugrah Sukses Lestari, Musliadi. S, yang dimintai tanggapannya soal kejadia tersebut berujar bawha “Kami terbuka menerima siapa saja yang ingin bersilaturahim, terkait masalah Grand Mall yang diajukan dokumen izin lingkunganya, dan kami terbuka kepada siapa saja, kepada Ormas dan LSM mana saja jika ingin datang menyampaikan masalahnya lalu kemudian mencari solusi jalan keluarnya kami layani” kata Musliadi.

Mengenai bentroknya salah seorang Anggota Dewan Fraksi Partai Demokrat Maros, Akbar Endra dengan Pemuda Pancasila, Musliadi tak memberikan tanggapan, namun menurut dia, semua masukan dan kekurangan pihaknya segera mingkin melakukan perbaikan.

 

Peliput : Jumadi | Editor : Akbar

Related Post