RAPORMERAH.CO SIDRAP – Tiga Bus Bintang Prima, jurusan Makassar -Palopo dan sebaliknya yang disandera warga di depan Polsek Baranti berakhir dengan adanya titik terang dari pemilik angkutan umum ini.
Hanna Wijaya selaku pemilik Bintang Prima, didampingi Kasat Lantas Polres Parepare, AKP Andi Ali Surya, beserta jajaran Polres Parepare lainnya, akhirnya datang menemui keluarga korban di Datae, Sidrap, Sabtu (01/7/2017).
Suasana pertemuan antara keluarga korban dengan Pemilik Bintang Prima, pada tengah malam. Dia(Hanna) langsung meminta maaf kepada keluarga korban, dan karena sesuatu hal diakui tak segerah memenuhi pihak keluarga korban .
“Saya sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga,” kata Hanna dihadapan keluarga korban.
Pertemuan itu, dengan perwakilan keluarga menitip pesan yang mengharukan. Bahwa orang Sidrap bukanlah orang anarkis. Tidak sedikitpun supir dan penumpang bus disentuh.
Kemudian, pihak keluarga menyerahkan kunci bus yang disandera sembari berharap agar supir Bintang Prima tidak ugal-ugalan dijalan agar tidak ada korban lagi.
Bahkan kakak korban, Ahlan juga menegaskan bahwa pihak keluarga tidak membutuhkan sumbangan uang dari Bintang Prima.
Yang di-inginkan hanya itikad baik dengan kedatangan owner sesungguhnya.
“Hanya disayangkan, seorang pria yang datang mengapa mengaku-ngaku sebagai owner perusahan, dan sebenarnya tak perlu ada aksi sandra bus seandaikan yang datang owner, tentu keluarga lebih cepat menerima dengan baik.
“Cukup datang dan memohon maaf atas kejadian. Karena semua kejadian dimana-pun sudah di takdirkan Allah SWT mengucap permohonan”, tandasnya.
Akibat keterlambatan pihak manajemen Bintang Prima, tiga jurusan Tana Toraja, Masamba dan Kota Palopo, terpaksa disandera di Baranti sejak Jumat sore sebagai bentuk protes keluarga korban bersama isteri dan dua anak yang merupakan kecelakaan di hari idul fitri di kilometer tujuh Lapadde.
Penulis : Nasri Aboe Editor : Akbar